Pezeshkian: Iran Hadapi Kondisi Terburuk Perang Ekonomi

4 hours ago 2
 Iran Hadapi Kondisi Terburuk Perang Ekonomi Presiden Iran Masoud Pezeshkian(Iranian Presidency / AFP)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya saat ini tengah menghadapi "kondisi terburuk" dalam pertempuran perang ekonomi. Kendati demikian, Pezeshkian memastikan seluruh proyek pembangunan nasional tetap berjalan di tengah besarnya tekanan sanksi internasional.

Pezeshkian menyoroti bagaimana publik kerap kali hanya berfokus pada eskalasi militer, namun mengabaikan hantaman ekonomi yang tak kalah hebatnya.

“Meskipun kita sedang menghadapi kondisi terburuk dalam perang ekonomi, semua orang melihat perang rudal, tetapi mungkin tidak semua orang melihat tekanan ekonomi. Meski demikian, pekerjaan terus berjalan, dan hal ini patut diapresiasi,” kata Pezeshkian sebagaimana dilaporkan Iranian Students’ News Agency (ISNA), Rabu (26/8).

Pezeshkian mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian berbagai proyek infrastruktur strategis di tengah pusaran konflik. Menurutnya, capaian tersebut menjadi simbol ketangguhan yang luar biasa dari bangsa Iran.

“Mungkin dalam kondisi normal kita tidak akan mampu mencapai sebanyak ini,” tegas Pezeshkian.

Guna mengatasi beban ekonomi tersebut, Pezeshkian optimistis Iran mampu melampaui masa-masa sulit melalui penguatan solidaritas masyarakat, peningkatan akuntabilitas jajaran pejabat, serta pelibatan sektor swasta dan investor secara masif.

“Saya yakin kita dapat bekerja jauh lebih baik. Dengan solidaritas dan dukungan rakyat, akuntabilitas para pejabat, serta partisipasi sektor swasta dan investor, kita dapat dengan cepat mengatasi berbagai persoalan negara,” tambahnya.

Tekanan ekonomi yang melilit Teheran merupakan buntut dari keputusan Amerika Serikat (AS) pada 2018 yang secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).

Sejak penarikan diri tersebut, Washington memberlakukan kembali kebijakan kampanye "tekanan maksimum" (maximum pressure) terhadap Teheran. Sanksi ekonomi AS tersebut terus diperluas hingga menyasar komoditas ekspor minyak utama Iran, sektor perbankan dan keuangan, hingga jaringan perdagangan internasional negara tersebut. (Ant/Anadolu/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |