Gas metana di TPA sampah Nangkaleah tinggi dan menjadi penyebab kebakaran lahan seluas 5 hektare hingga para petugas mengalami kesulitan lantaran tidak adanya lampu penerangan di lokasi dan kejadian ini paling besar hingga di musim kemarau sudah tiga kali(MI/Kristiadi)
PETUGAS gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman lahan seluas 5 hektare membakar tempat pembuangan akhir (TPA) Nangkaleah, Kampung Cioray, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kebakaran tersebut, terjadi Rabu (26/8) sekitar pukul 02.00 WIB disebabkan dari gas metana (CH4) hingga kini kobaran api masih membara.
Camat Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Ucu Supriadi mengatakan, kebakaran TPA sampah Nangkaleah masih terus dilakukan petugas gabungan dengan mengerahkan sejumlah tangki suplai air dan damkar dari Kodim 0612 Tasikmalaya, Batalyon Yonif TP 939 Macan Putih, BPBD, Damkar, Tagana.
Namun, kebakaran terus meluas membakar sampah di bawah tebing curam makin membara.
"Kebakaran lahan TPA sampah Nangkaleah semakin meluas dan bara api membara hingga upaya itu masih dilakukan petugas gabungan. Akan tetapi, pemadaman yang dilakukan petugas mengalami kendala lantaran harus mencari air Sungai Cikunteun menempuh jarak cukup jauh," ujar, Ucu Supriadi, Rabu (26/8/2026).
Menurut Ucu, kebakaran TPA Nangkaleah disebabkan dari gas metana (CH4) tinggi lantaran selama ini tidak ada penanganan dilakukan warga terutama pemanfaatan sampah residu sejak tahun 2012.
Namun, warga setempat ingin manfaatkannya menjadi paving block dan bisa didaur ulang dengan memiliki nilai ekonomi untuk mengurangi gas metana meski kebakaran TPA selama musim kemarau sudah tiga kali terjadi.
"Untuk memilih sampah plastik berada di TPA Nangkaleah sudah dilakukan warga, tapi sampah residu tidak bisa diolah hingga menyebabkan gas metana di lokasi sangat tinggi. Akan tetapi, warga ingin melakukan penanganan sampah residu yang memiliki nilai jual dan di lokasi juga tidak ada penunjang berupa sumur bor hingga penerangan," katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian TU Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Abun Bunyamin mengatakan, kebakaran di TPA sampah Nangkaleah di Kampung Cioray, Desa Sukasukur masih belum padam dan petugas dari Batalyon Yonif TP 939 Macan Putih adanya penambahan personil. Akan tetapi, petugas Damkar, BPBD termasuk petugas lain mengalami kelelahan atas kejadian tersebut.
"Kebakaran lahan TPA Nangkaleah di Kampung Cioray sudah 21 jam dilakukan dan bara api masih membakar belum semuanya padam, karena kondisi medan berat hingga sulit dijangkau. Namun, kondisi itu membuat petugas kesulitan lantaran tidak ada lampu penerangan dan kondisinya gelap gulita serta sumber air diperoleh di aliran Sungai Cikunteun," pungkasnya. (AD)









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)








