Pemain Barcelona Lamine Yamal.(AFP)
DIREKTUR Utama I.League Ferry Paulus mengatakan pihaknya mendorong klub-klub Super League 2026/27 untuk melahirkan "Lamine Yamal" dari Indonesia. Hal ini dikatakan Ferry setelah regulasi pemain U23 di Super League musim ini dihapuskan, namun pihaknya tetap memberikan insentif kepada klub-klub yang tetap memainkan pemain mudanya untuk mendorong pembinaan talenta muda secara berkelanjutan.
"Karena memang kalau kita melihat 'benchmark' dari klub-klub di luar, sekarang 'golden age'-nya sudah betul-betul bergeser. Kita lihat yang namanya Donny Tri Pamungkas masih muda ya, 20 tahun, tapi Lamine Yamal lebih muda. Nah kita kepengin punya Lamine-Lamine yang lain juga sehingga kita memberikan insentif yang betul-betul ekstra," kata Ferry dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta Selatan, Rabu (26/8).
Ferry mengungkapkan, besaran intensif yang diterima setiap klub tergantung usia pemain yang dimainkan. Semakin muda usia pemain tersebut, semakin besar intensif yang diberikan oleh I.League.
Menurut Ferry, kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga menit bermain pemain muda Indonesia di kompetisi kasta tertinggi. Harapannya, akan ada pemain-pemain muda berkualitas, seperti ketika Spanyol melahirkan Yamal.
Yamal mencatatkan debutnya untuk Barcelona pada April 2023 saat usianya menginjak 15 tahun 9 bulan 16 hari. Sejak itu, Yamal yang kini berusia 19 tahun sudah mencatatkan 152 penampilan bersama Barca dengan koleksi 49 gol dan 15 assist, serta memenangkan sejumlah trofi bergengsi, termasuk tiga gelar Liga Spanyol.
Penampilan apiknya bersama klub membawanya mendapatkan panggilan tim nasional senior, yang kini sudah dicatatkan dengan 33 penampilan dengan tujuh gol untuk membawa negaranya memenangkan Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026.
"Per musim ini memang sudah tidak ada. Kemudian penggantinya akan diberikan insentif ya, melebihi dari insentif-insentif yang biasa bagi klub-klub yang menggunakan pemain dengan menit bermain secara gradual kepada pemain-pemain usia muda, artinya under 23," kata Ferry.
Adapun, pada musim lalu, regulasi U23 diterapkan dengan mewajibkan setiap klub memainkan minimal satu pemain U23 sebagai starter dengan durasi bermain minimal 45 menit atau satu babak. (Ant/P-3)









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)








