Seminar Literasi Keuangan dan Teknologi Blockchain serta Workshop Pengembangan Smart Contract di Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon pada 22–23 Juni 2026.(MI/HO)
PERKEMBANGAN teknologi blockchain dan Web3 kini membuka cakrawala baru bagi talenta digital di Indonesia. Seiring dengan meluasnya adopsi teknologi terdesentralisasi di berbagai sektor, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang aset digital menjadi investasi krusial bagi daya saing ekonomi nasional.
Menyadari potensi besar yang tersebar hingga ke pelosok negeri, Upbit Indonesia berkolaborasi dengan BlockDevId menggelar rangkaian kegiatan edukatif di Indonesia bagian timur. Acara bertajuk Seminar Literasi Keuangan dan Teknologi Blockchain serta Workshop Pengembangan Smart Contract ini dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon pada 22–23 Juni 2026.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku sebagai langkah strategis memperluas literasi keuangan digital. Berikut adalah detail pelaksanaan kegiatan tersebut:
| Lokasi | UIN A.M. Sangadji Ambon |
| Waktu Pelaksanaan | 22–23 Juni 2026 |
| Peserta | Sekitar 120 Mahasiswa dan Umum |
| Materi Utama | Literasi Keuangan, Blockchain, Smart Contract (Solidity) |
| Kolaborator | Upbit Indonesia, BlockDevId, OJK Provinsi Maluku |
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, secara resmi membuka seminar ini. Dalam pemaparannya, OJK menekankan pentingnya perlindungan konsumen dalam ekosistem keuangan digital. Sementara itu, tim Upbit Indonesia membedah perkembangan industri Web3 serta peluang karier yang kini tidak lagi terbatas pada bidang teknis.
CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menegaskan bahwa pemerataan edukasi adalah kunci agar Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam ekonomi digital kawasan.
"Potensi talenta digital tidak hanya berada di kota-kota besar. Kami percaya edukasi harus dapat diakses secara merata, termasuk oleh mahasiswa di berbagai daerah," ujar Resna.
Resna juga mengingatkan para peserta mengenai prinsip dasar investasi aset kripto. Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap peluang dan risiko jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren yang sedang viral. Ia juga mematahkan anggapan bahwa industri blockchain hanya membutuhkan pengembang (developer).
Diversifikasi Karier di Industri Blockchain:
Selain pengembang perangkat lunak, ekosistem Web3 membutuhkan tenaga ahli di bidang:
- Compliance (Kepatuhan)
- Manajemen Risiko
- Keamanan Siber
- Analis Bisnis
- Pemasaran Digital & Pengembangan Komunitas
Pada hari kedua, antusiasme peserta berlanjut dalam workshop praktis pengembangan smart contract. Peserta diajak mempraktikkan langsung pembuatan Web3 wallet hingga menyusun aplikasi sederhana menggunakan bahasa pemrograman Solidity. Pendekatan aplikatif ini diharapkan mampu mencetak talenta yang siap menjawab kebutuhan industri secara nyata.
Upbit Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan akademisi dan regulator guna menghadirkan edukasi yang inklusif. Langkah ini diambil demi memastikan pertumbuhan industri yang sehat, diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang inovatif dan bertanggung jawab. (Z-1)

















































