Pentingnya Lifestyle Modification untuk Tekan Risiko Genetik Diabetes

2 weeks ago 15
Pentingnya Lifestyle Modification untuk Tekan Risiko Genetik Diabetes Ilustrasi(magnific)

KETUA Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya penerapan lifestyle modification atau perubahan gaya hidup sehat sebagai langkah krusial untuk menekan risiko genetik diabetes.

Menurutnya, modifikasi gaya hidup harus menjadi bagian tak terpisahkan dari tata laksana medis pada setiap stadium penyakit tersebut.

Lifestyle modification selalu menyertai tata laksana semua obat diabetes pada stadium apapun. Karena langkah ini akan memberikan edukasi, terutama bagi mereka yang belum terdiagnosis diabetes,” ujar Prof. Dante dalam acara Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Jakarta, Sabtu (707/2026).

Ancaman Jaring Genetik yang Semakin Rapat

Prof. Dante menyoroti tren peningkatan kasus diabetes yang dipicu oleh kondisi jaring genetik (spider web of genetic of diabetes) yang kian rapat dari waktu ke waktu. Ia menjelaskan bahwa faktor risiko yang diturunkan dari orang tua kepada anak tidak bersifat linier, melainkan eksponensial.

Berikut adalah gambaran faktor risiko diabetes berdasarkan riwayat keluarga:

Kondisi Orang Tua Faktor Risiko pada Anak
Salah satu (Ibu atau Ayah) mengidap diabetes 6 kali lipat lebih tinggi
Kedua orangtua mengidap diabetes Risiko jauh lebih besar (Eksponensial)

“Semakin tinggi faktor carrier yang dibawa oleh orang tua sebagai gen diabetes, maka akan semakin tinggi pula risiko yang diturunkan kepada anaknya,” tuturnya.

Menunda Diabetes dengan Gaya Hidup

Meski seseorang memiliki riwayat genetik yang kuat, Prof. Dante menyebutkan bahwa penyakit ini bisa dicegah atau setidaknya ditunda kemunculannya. Ia mencontohkan individu yang baru terkena diabetes di usia 70-80 tahun karena berhasil menjaga gaya hidup sehat dan gula darah yang terkendali sejak muda.

Ia mendorong sosialisasi perubahan gaya hidup sehat dilakukan secara masif, terutama kepada individu yang belum menunjukkan gejala. Beberapa langkah konkret yang disarankan meliputi:

  • Kebiasaan berlari atau rutin berolahraga.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Mengontrol kadar kolesterol.

Hubungan Erat Obesitas dan Diabetes

Lebih lanjut, Prof. Dante memperingatkan bahwa komplikasi diabetes sering kali sudah muncul sejalan dengan faktor risiko lain seperti obesitas dan kolesterol tinggi, bahkan sebelum diagnosis resmi ditegakkan.

“Karena itu, obesitas menjadi faktor yang sangat penting. Pilihannya adalah kita mengobati obesitas sekarang atau kita harus menghadapi diagnosis diabetes di masa depan. Lifestyle modification harus diadakan di semua lini, semua umur, dan semua kelompok,” pungkasnya. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |