Pendidikan Anak Usia Dini Harus Holistik, bukan Sekadar Akademik

2 weeks ago 16
Pendidikan Anak Usia Dini Harus Holistik, bukan Sekadar Akademik Ilustrasi--Petugas kesehatan dari Puskesmas Malanu (tengah) memberikan edukasi kepada murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK Negeri Pembina 8 di kompleks Pemakaman Umum Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (20/8/2025).(ANTARA/Olha Mulalinda)

PENDIDIKAN anak usia dini (PAUD) memegang peran krusial sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak. Di fase ini, perkembangan otak manusia berlangsung secara sangat pesat atau mengalami exponential growth. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan yang diberikan tidak boleh hanya terpaku pada kemampuan akademik semata.

Founder ISMILE Family of Schools, Neeltje Sutandjati, menekankan bahwa lima tahun pertama kehidupan adalah periode emas yang menentukan hasil belajar anak di masa depan.

Menurutnya, pendidikan holistik yang mencakup pengembangan karakter, kemampuan sosial-emosional, hingga keterampilan mengendalikan emosi (self-regulation) harus menjadi bagian integral dari proses belajar.

“Kualitas PAUD menentukan hasil belajar anak. Pendidikan perlu dirancang secara holistik, di mana keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga perkembangan fisik, motorik, kecerdasan emosional, hingga karakter,” ujar Neeltje dalam acara penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) kemitraan strategis antara ISMILE Family of Schools dengan Miriam College, Filipina, di Jakarta, Senin (6/7).

MI/HO--Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) kemitraan strategis antara ISMILE Family of Schools dengan Miriam College, Filipina, di Jakarta, Senin (6/7).

Fokus Pengembangan Anak Usia Dini

Neeltje merinci beberapa aspek penting yang harus dioptimalkan dalam pendidikan anak usia dini:

  • Kemampuan Sosial-Emosional: Anak dibiasakan berinteraksi, bekerja sama, dan berkolaborasi untuk membangun hubungan baik dengan sesama.
  • Self-Regulation: Kemampuan mengelola emosi dan mengontrol perilaku agar anak tidak mudah tantrum serta memiliki rasa hormat kepada orang tua dan guru.
  • Pembentukan Karakter: Menanamkan nilai-nilai positif seperti kebaikan (kindness), kemurahan hati (generosity), dan kepatuhan (obedience) sejak dini.

Guru sebagai Penentu Kualitas Pendidikan

Keberhasilan implementasi pendidikan holistik tersebut sangat bergantung pada kualitas tenaga pendidik. Neeltje menegaskan bahwa investasi pada kompetensi guru adalah langkah paling strategis untuk meningkatkan mutu PAUD di Indonesia. Interaksi yang hangat dan berkualitas antara guru dan anak akan membentuk kompetensi masa depan yang kuat.

Sebagai langkah nyata, ISMILE Family of Schools menjalin kemitraan dengan Miriam College untuk mendirikan Teacher Training Centre di Indonesia. Pusat pelatihan ini akan menawarkan program sertifikasi guru berjenjang, mulai dari diploma hingga tingkat pascasarjana.

Informasi Kemitraan Detail Keterangan
Mitra Strategis Miriam College, Filipina (Institusi berusia 100 tahun)
Agenda Terdekat Teacher Professional Development Week (6-9 Juli 2026)
Output Kerja Sama Pendirian Teacher Training Centre & Sertifikasi Berjenjang
Akreditasi Miriam College Center of Excellence (CHED) & Akreditasi Level IV (PAASCU)

Miriam College dipilih karena reputasinya sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Filipina dengan akreditasi tertinggi. Melalui kolaborasi ini, ISMILE Family of Schools yang saat ini mengelola tujuh kampus (ISMILE Preschool, IShine Preschool & Childcare, dan Alam Atelier) berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan standar pendidikan anak usia dini secara nasional di Indonesia.

“Kami percaya bahwa berinvestasi pada guru adalah salah satu investasi terbaik untuk anak-anak. Kolaborasi ini diharapkan membawa manfaat tidak hanya bagi pendidik di lingkungan kami, tetapi juga bagi ekosistem PAUD di Indonesia secara luas,” tutup Neeltje. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |