Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Hari Ketujuh

2 weeks ago 17
Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Hari Ketujuh Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki hari ketujuh penanganan pada Senin (6/7), tim gabungan dilaporkan berhasil mengendalikan se(Antara)

PENANGANAN kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki hari ketujuh penanganan pada Senin (6/7), tim gabungan dilaporkan berhasil mengendalikan sekitar 45 persen dari total area yang terbakar seluas 14 hektare.

Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah bersama pemerintah pusat melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Sebanyak 300 personel diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat pengendalian titik api agar tidak semakin meluas.

Selain pengerahan personel, operasi ini didukung oleh berbagai peralatan berat dan sarana pemadaman udara maupun darat. Tercatat sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat mobil tangki air, delapan ekskavator, dan delapan bulldozer dikerahkan ke titik api. Operasi juga diperkuat dengan tiga helikopter water bombing serta dua unit drone untuk pemantauan titik panas dari udara.

Meski sebagian besar area telah berhasil dikendalikan, asap putih terpantau masih mengepul dari sejumlah titik di lokasi kebakaran. Api kecil juga dilaporkan masih muncul di sela-sela tumpukan sampah yang telah menghitam. Petugas di darat terus melakukan penyemprotan menggunakan selang bertekanan tinggi, sementara alat berat bekerja mengurai timbunan sampah agar proses pemadaman ke titik terdalam lebih efektif.

Karakteristik Kebakaran Mirip Lahan Gambut

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa karakteristik kebakaran di TPA membutuhkan metode penanganan yang berbeda dibandingkan kebakaran bangunan atau lahan biasa.

"Upaya pemadaman kebakaran lahan TPA ini membutuhkan penanganan khusus karena jenis lahan menyerupai lahan gambut di mana api tidak berada di permukaan namun membara di dalam tumpukan sampah. Satgas darat melakukan penyemprotan untuk api di permukaan juga injeksi untuk api di bawah permukaan. Satgas udara water bombing menjangkau dari atas," ujar Djohan dalam keterangannya, Selasa (7/7).

Kelancaran operasi ini juga didukung oleh ketersediaan sumber air di sekitar lokasi. Keberadaan danau atau embung yang berada di dekat TPA dimanfaatkan secara optimal sebagai lokasi pengambilan air, baik untuk kebutuhan helikopter water bombing maupun suplai air bagi petugas pemadam di jalur darat.

Mitigasi Musim Kemarau 2026

BNPB berharap insiden di TPA Jatiwaringin ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah lain dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Salah satu langkah mitigasi yang disarankan adalah melakukan pembasahan area TPA secara berkala guna mengurangi potensi munculnya api akibat gas metan dan cuaca panas.

"Selain itu, BNPB juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah rumah tangga di sekitar kawasan permukiman karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas," pungkas Djohan. (Fik/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |