Para penampil memberikan penghormatan seusai pertunjukan teater musikal "Senja Teduh Pelita" yang digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026).(ANTARA/Sri Dewi Larasati)
PERTUNJUKAN teater musikal bertajuk Senja Teduh Pelita resmi dihadirkan sebagai sebuah karya seni yang dirancang untuk merangkul seluruh generasi. Mengangkat diskografi luas dari grup musik MALIQ & D’Essentials, pertunjukan ini bertujuan menjadi jembatan emosional yang menghubungkan pendengar lama maupun baru.
Produser sekaligus sutradara Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, mengungkapkan bahwa gagasan untuk membawa lagu-lagu MALIQ & D’Essentials ke panggung musikal telah digodok sejak 2023. Fokus utamanya adalah menciptakan karya yang tidak hanya populer sesaat, tetapi memiliki daya tahan jangka panjang.
"Kita pengen bikin karya yang bisa dinikmati semua generasi dan juga bisa terus hidup di generasi-generasi mendatang. Jadi karya-karya yang timeless, tidak hanya kekinian tapi panjang umur, dan pesannya positif serta selalu relevan untuk manusia ke depannya," ujar Nuya dalam acara temu media di Jakarta, dikutip Senin (6/7).
Eksplorasi Makna di Balik Sembilan Album
Dalam proses kreatifnya, Nuya melakukan kurasi mendalam dengan mendengarkan seluruh lagu dari sembilan album yang telah dirilis MALIQ & D’Essentials. Ia mengaku menemukan banyak inspirasi dari lirik dan aransemen musik grup tersebut yang kemudian membantunya membangun narasi pertunjukan.
Menurut Nuya, lagu-lagu MALIQ memiliki makna universal yang mencakup berbagai aspek kemanusiaan, mulai dari perjuangan, keraguan, hingga cara memaknai hidup. Hal ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sebuah cerita yang penuh petualangan.
"Enggak hanya literal eksplorasi alam dan dunia luar, tapi juga eksplorasi ke siapa diri kita dan apa values (nilai) kita, apa yang sedang kita perjuangkan di dunia ini," tambahnya.
Sisi Lain di Luar Romantisme
Penabuh drum MALIQ & D’Essentials, Widi Puradiredja, turut memberikan apresiasi atas interpretasi visual dan narasi dalam musikal ini. Ia berharap penonton dapat melihat dimensi lain dari karya-karya mereka yang selama ini sering kali identik dengan tema romansa.
"Kadang kita nulis tentang kehidupan, tentang perjuangan, perjalanan MALIQ. Jadi saat diceritakan melalui show dengan visual dan narasi yang pas, saya pribadi sangat tersentuh," kata Widi.
Ia berharap pertunjukan ini membuka perspektif baru bagi pendengar mengenai kedalaman lirik MALIQ & D’Essentials.
Secara naratif, Senja Teduh Pelita menyuguhkan cerita fiksi ilmiah tentang sekelompok anak yang berupaya membangun kembali dunia pascaruntuhnya peradaban. Penonton diajak merenungkan kembali hubungan antara manusia, alam, dan masa depan melalui sekitar 20 lagu yang ditampilkan.
Informasi Pertunjukan Musikal Senja Teduh Pelita
| Lokasi | Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat |
| Periode Pertunjukan | 3 Juli hingga 12 Juli 2026 |
| Jumlah Lagu | Sekitar 20 Lagu |
| Daftar Lagu Populer | Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, Begini Begitu |
| Tema Cerita | Fiksi Ilmiah (Sci-Fi) & Eksplorasi Nilai Kehidupan |
(Ant/Z-1)

















































