KMP Mutiara Santosa 2 terbakar.(Antara)
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran, penanganan darurat, serta perlindungan bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut.
Dudy menyatakan pemerintah akan meninjau secara mendalam penyebab insiden, prosedur operasional, hingga sistem keselamatan pelayaran guna mencegah kejadian serupa di masa depan. "Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Yang terjadi sekarang ini akan menjadi bahan evaluasi agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi," ujar Menhub dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Evaluasi tersebut mencakup penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) penanganan keadaan darurat demi memberikan perlindungan maksimal. Menhub juga menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum. Jika hasil investigasi menunjukkan adanya dugaan tindak pidana dalam insiden tersebut, proses hukum akan dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Investigasi dan Audit Operator
Untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, Kementerian Perhubungan mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Saat ini, tim investigator KNKT telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Sejalan dengan itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah memanggil operator KMP Mutiara Sentosa II untuk menjalani audit sistem manajemen keselamatan. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mitigasi risiko di masa mendatang.
Data Evakuasi KMP Mutiara Sentosa II:
- Total orang di atas kapal: 238 orang (penumpang dan awak).
- Korban meninggal dunia: 5 orang.
- Status Operasi: Dialihkan menjadi Operasi SAR Rutin Kesiapsiagaan.
Penanganan Korban dan Hak Santunan
Memasuki hari ketiga pascainsiden, sebanyak 62 korban tambahan telah berhasil dievakuasi dari Masalembu ke Surabaya, sehingga total 238 orang telah berhasil dievakuasi. Menhub menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya lima korban jiwa dalam musibah ini.
Pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban mendapatkan hak mereka, mulai dari biaya perawatan medis hingga santunan bagi keluarga korban meninggal dunia. Kemenhub juga memfasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan dan instansi terkait.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa saat ini operasi SAR khusus telah dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan di bawah kendali Kantor SAR Surabaya. Meskipun demikian, fokus pencarian tetap dilakukan di sekitar lokasi kejadian, dan posko pengaduan tetap dibuka bagi masyarakat yang ingin melaporkan informasi baru terkait insiden tersebut. (Ant/E-3)

















































