Hakim AS menetapkan jadwal sidang gugatan antimonopoli akuisisi WBD oleh Paramount pada Maret 2027. Paramount terancam denda keterlambatan triliunan rupiah.(Unsplash)
HAKIM federal menetapkan jadwal persidangan gugatan antimonopoli terhadap akuisisi Paramount atas Warner Bros. Discovery (WBD) pada Maret 2027. Keputusan garis waktu persidangan ini menjadi pukulan lanjutan bagi Paramount yang awalnya menargetkan penyelesaian penandatanganan kesepakatan merger pada musim panas ini.
Koalisi jaksa agung negara bagian dan Writers Guild of America mengajukan gugatan pada pertengahan Juli lalu untuk membatalkan merger tersebut. Setelah Hakim Araceli Martínez-Olguín mengeluarkan perintah penangguhan sementara, Paramount menyetujui penundaan hingga adanya putusan sidang atau sampai Juni 2027.
Paramount sempat mengajukan agar persidangan digelar pada November. Namun, pihak penggugat meminta sidang dimulai pada April dengan alasan membutuhkan waktu lebih untuk mengumpulkan bukti dan menyiapkan argumen. Pada Selasa, Hakim Martínez-Olguín memutuskan persidangan akan dimulai pada 2 Maret dan berlangsung selama 12 hari kerja pengadilan.
Garis waktu yang ditetapkan pengadilan membuat proses merger menggantung setidaknya selama tujuh bulan ke depan, yang berpotensi membebani finansial perusahaan dan para pendagangnya. Penundaan ini menjadi beban mahal bagi Paramount. Berdasarkan perjanjian merger, Paramount wajib membayar biaya keterlambatan (ticking fees) kepada pemegang saham WBD sekitar US$7 juta untuk setiap hari keterlambatan setelah tanggal 30 September. Dengan jadwal sidang Maret, Paramount akan menanggung beban denda melampaui US$1 miliar sebelum hakim mengeluarkan putusan.
Meskipun demikian, penetapan jadwal sidang tidak menutup kemungkinan tercapainya kesepakatan damai, walau saat ini belum ada indikasi negosiasi ke arah sana. Dalam laporan keuangan kuartalannya pada Selasa sore, Paramount menegaskan kembali komitmennya.
"Kami sepenuhnya berharap transaksi ini dapat diselesaikan dan tetap fokus mempersiapkan penggabungan yang sukses setelah prosesnya selesai," tulis pihak Paramount.
Pada hari yang sama, CEO Paramount David Ellison menulis kolom opini di The New York Times untuk membela kesepakatan tersebut dan berjanji menjaga independensi redaksi CNN, anak perusahaan WBD. Ellison menilai gugatan dari negara bagian "bukan benar-benar tentang pangsa pasar", melainkan tentang "apakah saya dapat dipercaya sebagai pengelola CNN milik Warner."
Ia mengulangi janjinya untuk menjaga independensi redaksi CNN.
"Jurnalis kami akan terus bertanggung jawab kepada fakta dan kepada seluruh masyarakat yang mereka layani, bukan kepada partai atau kepentingan mana pun," tulis Ellison. Ia juga menambahkan bahwa "kedua gugatan tersebut membayangkan Hollywood yang tidak lagi ada, sebuah industri yang dikuasai oleh segelintir studio lama."
Menanggapi penyataan Ellison bahwa penolakan tersebut berfokus pada kepemilikan CNN, juru bicara Jaksa Agung California Rob Bonta memberikan bantahan tegas.
"Gugatan kami terhadap merger Warner Bros./Paramount adalah kasus antimonopoli yang jelas. Merger ini tidak sah menurut hukum federal," tegas juru bicara Rob Bonta. (CNN/Z-2)

















































