Ilustrasi asteroid (99942) Apophis karya seorang seniman.(ESA-Science Office)
FENOMENA astronomi yang sangat langka diprediksi akan terjadi pada Jumat, 13 April 2029. Asteroid dekat Bumi berukuran masif yang dikenal sebagai 99942 Apophis dijadwalkan akan melintas sangat dekat dengan planet kita. Peristiwa ini disebut-sebut sebagai fenomena sekali dalam satu milenium yang dapat disaksikan langsung oleh sebagian besar penduduk dunia.
Berdasarkan kalkulasi terbaru, sekitar 90% populasi dunia atau setara 7,6 juta orang yang tinggal di wilayah lintasan, secara prinsip dapat melihat Apophis dengan mata telanjang. Keberhasilan pengamatan ini nantinya akan sangat bergantung pada faktor cuaca lokal, seperti tutupan awan serta tingkat polusi cahaya di area masing-masing.
Para ilmuwan menjelaskan batuan luar angkasa ini tidak akan tampak seperti meteor yang terbakar hebat dan melesat cepat di langit. Sebaliknya, Apophis bakal terlihat seperti titik cahaya menyerupai bintang yang bergerak stabil. Pada titik terdekatnya, asteroid ini diperkirakan bergerak lambat dan melintasi langit dalam hitungan jam, bukan menit.
"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah manusia kita mampu memprediksi sebuah asteroid melintas secara kasat mata melewati Bumi," ujar Richard Binzel, seorang profesor ilmu planet dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Menurutnya, momentum ini akan menjadi sebuah pengalaman yang dirasakan bersama oleh umat manusia.
Saat pertama kali ditemukan pada tahun 2004, Apophis sempat memicu kekhawatiran global. Kalkulasi awal saat itu menunjukkan adanya peluang sebesar 1 banding 37 bahwa asteroid tersebut akan menabrak Bumi pada tahun 2029. Karena potensi bahaya yang besar ini, batuan ruang angkasa tersebut dinamai Apophis, yang merujuk pada dewa kekacauan dan kehancuran dalam mitologi Mesir Kuno.
Namun, berkat pengamatan presisi selama lebih dari dua dekade, para astronom kini sepenuhnya yakin bahwa Apophis tidak akan menabrak Bumi. NASA bahkan telah memastikan bahwa tidak ada ancaman tabrakan dari asteroid ini setidaknya hingga satu abad ke depan.
Meskipun ancaman tabrakan telah dikesampingkan, para ilmuwan kini justru melihat peristiwa ini sebagai peluang riset yang luar biasa langka. Saat melintas nanti, jarak Apophis diperkirakan berada di bawah orbit satelit geosinkron Bumi, yakni sekitar 32.000 kilometer di atas permukaan planet.
"Apophis akan datang sangat dekat sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang dan akan merasakan tarikan pasang surut yang kuat dari Bumi," kata Nick Moskovitz, seorang ilmuwan planet di Lowell Observatory. Ia menambahkan bahwa efek gravitasi Bumi tersebut dapat mengubah laju rotasi Apophis, memicu guncangan seismik di bagian dalamnya, hingga berpotensi menyebabkan tanah longsor di permukaan asteroid tersebut. (Space/Z-2)

















































