Kunjungan Perdana PM UK Andy Burnham ke Ukraina, Janji Hantam Rusia dan Berikan Cetak Biru Rudal Scalp

3 hours ago 1
Kunjungan Perdana PM UK Andy Burnham ke Ukraina, Janji Hantam Rusia dan Berikan Cetak Biru Rudal Scalp PM Inggris Andy Burnham mengunjungi Ukraina untuk memperkuat dukungan militer, menyerahkan cetak biru rudal Scalp, dan merespons ancaman Moskow.(Media Sosial X)

PERDANA Menteri Inggris Andy Burnham menegaskan komitmennya untuk terus menekan Rusia terlepas dari "ancaman mengerikan" yang dilayangkan Moskow. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungan resminya yang pertama ke Ukraina sebagai Perdana Menteri Inggris.

Dalam kunjungan tersebut, Burnham melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sekaligus memimpin rapat pertama Coalition of the Willing, sebuah koalisi 34 negara yang dibentuk oleh Inggris dan Prancis di masa pemerintahan pendahulunya, Sir Keir Starmer.

Burnham menyatakan koalisi tersebut melakukan "segala hal yang kami bisa", sembari mendesak Kongres Amerika Serikat untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Rusia.

"Ini adalah saatnya untuk terus menekan Rusia, saatnya memperketat kemampuan mereka dalam mendanai perang ilegal ini," tegas Burnham, sembari memuji ketahanan rakyat Ukraina.

"Ukraina telah menjadi pelindung Eropa, bukan beban bagi keamanan kita, melainkan garis depan dalam menjaga keamanan Eropa," tambahnya.

Transfer Teknologi Rudal dan Kerja Sama AI

Sebagai bentuk nyata dukungan, Pemerintah Inggris telah menyetujui penyerahan cetak biru komponen buatan Inggris untuk rudal Scalp, rudal jelajah versi Prancis dari Storm Shadow milik Inggris. Langkah ini memungkinkan Ukraina untuk memproduksi senjata jarak jauh tersebut secara mandiri di dalam negeri melalui perusahaan pertahanan MBDA.

Selain bantuan alutsista, Inggris dan Ukraina mengumumkan kemitraan teknologi militer baru. Kerja sama ini memberikan akses bagi pakar Inggris ke basis data Avengers AI Labs milik Kyiv. Data yang dikumpulkan Ukraina melalui sensor dan kamera di medan perang akan digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) guna menyelesaikan tantangan keamanan nasional kedua negara.

Di sisi lain, Uni Eropa juga mengumumkan telah mencairkan bantuan militer sebesar €6,1 miliar (sekitar Rp129 triliun) dari total pinjaman €90 miliar (sekitar Rp1,9 kuadriliun) untuk memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina. Pertahanan udara menjadi isu krusial mengingat stok rudal interceptor Patriot milik Ukraina mulai menipis akibat konflik di Iran.

Reaksi Keras Moskow dan Jawaban Menohok Inggris

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengecam keras keputusan Inggris membagikan cetak biru rudal tersebut. Peskov menilai langkah ini menghalangi kemajuan menuju perdamaian dan mengonfirmasi bahwa militer Rusia sedang mengumpulkan data untuk menemukan lokasi fasilitas produksi guna dihancurkan.

"Inggris terlibat dalam perang ini di pihak rezim Kyiv. Inggris secara metodis dan teratur menyiramkan bahan bakar ke dalam api," ujar Peskov.

Menanggapi tuduhan tersebut, Burnham memberikan jawaban menohok. "Siapa yang memulai apinya? Itu pertanyaannya, bukan?"

Burnham menegaskan kembali bahwa Inggris hanya membantu pertahanan diri Ukraina, sebuah posisi yang konsisten sejak era perdana menteri sebelumnya. Kunjungan ini juga berlangsung di tengah tingginya tensi diplomatik, setelah Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin, mengonfirmasi telah meninggalkan posnya di London dalam beberapa pekan terakhir.

Penghormatan untuk Pahlawan Ukraina

Di Kyiv, Burnham meletakkan bunga di makam para prajurit Ukraina di National Military Memorial Cemetery. Ia juga menerima penghargaan dari Presiden Zelensky atas nama rakyat Inggris dalam peringatan Hari Kemerdekaan ke-35 Ukraina di depan Katedral St. Sofia.

Dalam pidatonya, Burnham membandingkan perlawanan Ukraina dengan perjuangan Inggris melawan Nazi Jerman.

"Bangsa saya menjaga nyala api kebebasan Eropa tetap hidup di abad ke-20, dan Anda memegang nyala api itu di abad ke-21," katanya.

"Pada peringatan 35 tahun kemerdekaan Ukraina, rakyat Ukraina tidak perlu ragu: Inggris berada di belakang Anda hari ini dan selama yang dibutuhkan," ujar Burnham dalam pernyataan resminya.

Perkembangan ini terjadi di tengah serangan mematikan yang masih berlanjut dari kedua belah pihak. Di Kharkiv, serangan Rusia menewaskan tiga orang. Sementara itu, serangan balasan drone Ukraina dilaporkan membakar gudang logistik perusahaan e-commerce Ozon di Rusia, serta menyebabkan puing drone menimpa pusat anak-anak di Rusia yang menewaskan dua anak dan melukai tujuh lainnya. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |