AS Resmi Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme, Sanksi Ekonomi Ditangguhkan

2 hours ago 1
AS Resmi Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme, Sanksi Ekonomi Ditangguhkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent(Media Sosial X)

PEMERINTAH Amerika Serikat secara resmi mencabut status Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pada Senin. Langkah ini mengakhiri penetapan berdekade-dekade yang selama ini membatasi dan menghambat investasi asing di negara tersebut secara signifikan.

Selain mencabut status negara Suriah, Departemen Luar Negeri AS juga membatalkan penetapan Front al-Nusrah, yang juga dikenal sebagai Hay'at Tahrir al-Sham (HTS), sebagai organisasi teroris global. Langkah tersebut disusul langsung oleh Departemen Keuangan AS yang melonggarkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Suriah.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa kebijakan baru ini bertujuan untuk membuka jalan bagi pemulihan ekonomi dan stabilitas di kawasan tersebut.

"Tindakan hari ini akan membantu mendorong investasi tambahan di Suriah untuk mempromosikan stabilitas politik dan ekonomi," ujar Scott Bessent dalam pernyataan resminya.

Departemen Keuangan AS menyatakan langkah pembebasan sanksi ini sejalan dengan janji Presiden Donald Trump untuk memberikan kelonggaran sanksi bagi Suriah.

Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan perombakan kebijakan ini tidak akan melonggarkan pengawasan terhadap potensi ancaman keamanan yang ada. Penghapusan pembatasan terhadap Suriah dinilai tidak mengubah posisi Departemen Keuangan dalam melawan terorisme global dan komitmen untuk menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak jahat di Suriah.

Sebagai catatan, HTS sebelumnya dikenal sebagai Front Al-Nusra yang merupakan cabang Al-Qaeda di Suriah. Namun, kelompok tersebut secara resmi memutuskan hubungan dengan grup jihadis tersebut pada tahun 2016 dan berupaya melunakkan citra publiknya.

Keputusan pemerintah AS untuk menghapus Suriah dari daftar sponsor terorisme sebenarnya telah direncanakan sejak Juli lalu. Kebijakan ini dipandang sebagai bentuk dukungan dan kepercayaan terhadap pemimpin baru Suriah, Ahmed al-Sharaa.

Langkah ini menyusul pertemuan antara Donald Trump dan Ahmed al-Sharaa di sela-sela KTT NATO di Turki. Al-Sharaa, mantan militan yang kini berusaha menampilkan dirinya sebagai tokoh pemersatu, mengambil alih kepemimpinan setelah tumbangnya dinasti keluarga Assad pada 2024 yang sebelumnya memimpin Suriah dengan tangan besi selama setengah abad. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |