Kunjungan ke Museum Naik 400%

2 weeks ago 22
Kunjungan ke Museum Naik 400% Menteri Kebudayaan Fadli Zon.(Antara)

KUNJUNGAN masyarakat ke museum dan cagar budaya melonjak hingga 400% dalam setahun terakhir. Pemerintah menyebut peningkatan tersebut terjadi seiring revitalisasi sejumlah museum serta upaya menghadirkan pengalaman baru agar masyarakat, terutama generasi muda, semakin tertarik datang.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan peningkatan minat terhadap museum terlihat dari perubahan jumlah pengunjung di beberapa tempat yang sebelumnya relatif sepi. Salah satunya Museum Pusaka di Taman Mini Indonesia Indah yang mengalami lonjakan kunjungan setelah dilakukan pembenahan. "Peningkatan ke cagar budaya dan museum ya paling tidak setahun terakhir ini naik sampai 400%," kata dia di Istana Kepresidenan, Selasa (7/7).

Menurut Fadli, revitalisasi sederhana yang dilakukan terhadap Museum Pusaka mampu mengubah daya tarik masyarakat. Museum yang sebelumnya jarang dikunjungi kini ramai didatangi hingga ribuan orang setiap hari.

"Museum Pusaka yang di Taman Mini yang tadinya jarang dikunjungi, setelah kita revitalisasi sedikit, kunjungannya ribuan orang hampir tiap hari itu ya banyak saja," ujarnya.

Melihat tren tersebut, pemerintah berencana memperluas pembenahan museum di berbagai wilayah. Fadli mengatakan Presiden juga memberikan arahan agar museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi menjadi ruang publik yang memiliki fungsi pendidikan dan ekonomi.

"Kita ingin memperbaiki hampir semua museum atas perintah Bapak Presiden juga, termasuk museum-museum di provinsi, sehingga ini bisa menjadi pusat budaya, pusat edukasi, pusat belajar, dan juga menjadi ekonomi budaya," tutur Fadli.

Ia menjelaskan, pengembangan museum di sejumlah negara telah menunjukkan bahwa sektor budaya dapat memiliki nilai ekonomi yang besar. Museum tidak hanya mengandalkan tiket masuk, tetapi juga mengembangkan berbagai sumber pendapatan melalui produk cendera mata, restoran, hingga kedai kopi. Konsep tersebut kini tengah dikembangkan di Indonesia dengan menjadikan Museum Nasional sebagai salah satu acuan pengelolaan museum modern.

"Kalau di luar negeri itu kan museum itu selalu penghasilannya juga tinggi. Belum lagi merchandise-nya, belum lagi restorannya, coffee shop-nya, kita sedang buat ini benchmark-nya di Museum Nasional," kata Fadli.

Selain pembenahan fasilitas, Kementerian Kebudayaan juga membuat inovasi untuk menarik pengunjung, khususnya dari kalangan Gen-Z. Salah satunya melalui program museum paspor yang memungkinkan pengunjung mengumpulkan cap dari museum-museum yang mereka kunjungi.

Respons terhadap program tersebut disebut sangat tinggi. Fadli mengatakan cetakan awal sebanyak 5.000 museum paspor langsung habis dan pemerintah harus mencetak kembali karena tingginya permintaan.

"Karena itu saya inisiasi bikin museum paspor. Ternyata Gen-Z luar biasa. Baru kita cetak 5.000 saja, sudah habis. Kita cetak lagi itu cepat sekali permintaannya," ungkapnya.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap masyarakat memiliki motivasi tambahan untuk berkunjung ke museum sekaligus mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Indonesia.

"Saya harapkan ini menjadi salah satu trigger mereka datang ke museum dapat cap, dapat berbagai kemudahan, museum-museum di seluruh Indonesia yang ada nantinya," ujar Fadli.

Dari sisi ekonomi budaya, Fadli menyebut perkembangan mulai terlihat seiring meningkatnya aktivitas di museum. Namun, pemerintah masih melakukan penghitungan untuk mengetahui nilai ekonomi yang dihasilkan secara lebih pasti. "Mulai banyak. Tapi angkanya nanti kita lihat di akhir tahun," pungkasnya. (Mir/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |