Kuba Mati Lampu Total! Krisis Energi Kian Parah Akibat Blokade Pasokan Bahan Bakar AS

2 weeks ago 23
Kuba Mati Lampu Total! Krisis Energi Kian Parah Akibat Blokade Pasokan Bahan Bakar AS Jaringan listrik nasional Kuba lumpuh total pada hari Senin. Krisis energi yang memburuk ini diperparah oleh blokade AS terhadap pengiriman minyak ke pulau tersebut.(AFP)

KUBA kembali dihantam pemadaman listrik total (blackout) secara nasional pada hari Senin. Negara ini tengah berjuang menghadapi krisis energi berkepanjangan yang kian diperparah oleh blokade efektif Amerika Serikat terhadap pengiriman bahan bakar ke wilayah tersebut.

Kementerian Energi Kuba mengonfirmasi jaringan listrik nasional mereka mengalami kelumpuhan total. Saat ini, operator jaringan listrik negara tersebut sedang menyelidiki penyebab utama kerusakan.

Menteri Energi Kuba, Vicente de la O Levy, menyatakan petugas tengah berupaya memulihkan aliran daya. Pihaknya juga telah mengaktifkan sistem darurat berskala mikro guna menyuplai energi bagi layanan-layanan vital masyarakat.

Kuba telah berulang kali mengalami mati lampu total dalam beberapa tahun terakhir akibat infrastruktur listrik yang menua dan tidak mampu memenuhi lonjakan permintaan. Situasi tersebut kian memburuk tahun ini setelah AS memaksa pemasok utama Kuba untuk menghentikan pengiriman minyak. Akibat krisis yang kian mencekik, layanan-layanan esensial seperti pendidikan, transportasi, hingga sektor medis kini sangat terganggu.

Selain memicu krisis energi, sanksi baru dari AS turut memperburuk perekonomian Kuba dan menghalangi kedatangan wisatawan asing. AS berdalih tekanan ekonomi ini bertujuan memaksa pemerintah Kuba membuka sistem politiknya yang tertutup serta mengizinkan investasi asing langsung.

Bulan lalu, Majelis Nasional Kuba menyetujui serangkaian reformasi untuk membuka perekonomian mereka. Namun, Menteri Perdagangan Luar Negeri Kuba menegaskan kepada CNN bahwa langkah tersebut diambil bukan karena tekanan luar. Sebaliknya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS justru mencibir reformasi itu sebagai "sinyal asap yang sederhana, sangat terlambat, dan pada akhirnya dangkal" dari pemerintah Kuba.

Ketegangan geopolitik juga membayangi krisis ini. AS menuduh Kuba menyembunyikan pos-pos pemantau milik Rusia dan Tiongkok serta menjegal kepentingan AS di kawasan tersebut, tuduhan yang langsung dibantah keras oleh Kuba.

Ketika dimintai keterangan oleh CNN mengenai krisis kemanusiaan yang tengah melanda pulau tersebut, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Investasi Kuba, Oscar Pérez-Oliva Fraga, mengecam keras tindakan AS yang dianggapnya sebagai hukuman kolektif.

"Apa yang terjadi hari ini terhadap rakyat kami adalah sebuah genosida," tegas Pérez-Oliva Fraga. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |