Ukraina kehabisan rudal pencegat! Sebanyak 23 rudal balistik Rusia hantam Kyiv dan tewas puluhan warga. Zelensky desak sekutu NATO bertindak nyata.(Media Sosial X)
ANGKATAN Udara Ukraina mengungkapkan "kekurangan serius" pada stok rudal pencegat menjadi penyebab utama tidak satu pun dari 23 rudal balistik yang ditembakkan Rusia ke Kyiv berhasil dijatuhkan. Serangan udara besar-besaran ini mengakibatkan sedikitnya 15 orang tewas di ibu kota dan delapan orang lainnya meninggal di wilayah pinggiran Kyiv.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, langsung mendesak para sekutu Barat untuk mengambil "keputusan kuat" dalam KTT NATO pekan ini demi memasok sistem pertahanan udara bagi negaranya. Berdasarkan data militer, pasukan Ukraina hanya berhasil mencegat rudal jelajah dan pesawat nirawak (drone), tetapi lumpuh total menghadapi rudal balistik.
"Sangat tidak masuk akal bahwa di dunia modern, produksi belum ditingkatkan ke tingkat yang benar-benar dibutuhkan untuk melindungi orang-orang dari teror balistik," kritik Zelensky dalam unggahannya di platform X.
Zelensky memaparkan bahwa serangan masif Rusia tersebut melibatkan 68 rudal dan 351 drone penyerang. Dari jumlah tersebut, sistem pertahanan hanya mampu menjatuhkan atau melumpuhkan 37 rudal dan 326 drone. Ia memperingatkan Moskow akan terus menyasar bangunan tempat tinggal selama rudal pertahanan Patriot milik sekutu hanya "tersimpan di gudang senjata mereka."
Dampak dari gempuran ini terlihat jelas pada Senin pagi. Tiga blok apartemen besar di kota tersebut runtuh sebagian akibat hantam rudal langsung. Tim penyelamat dikerahkan ke reruntuhan bangunan dengan bantuan anjing pelacak guna mencari warga yang hilang di bawah puing-puing beton. Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan 56 orang terluka di ibu kota, termasuk tujuh anak-anak, sementara 48 orang lainnya terluka di wilayah Kyiv yang lebih luas.
Seorang warga bernama Olena, menceritakan kengerian malam itu saat kaca-kaca apartemennya pecah berkeping-keping setelah ledakan pertama. Ia pun mempertanyakan kegagalan sistem pertahanan negaranya dalam membendung rudal balistik kali ini.
"Rudal-rudal itu menghantam rumah kami, dan itu mengerikan. Benar-benar menakutkan. Tampaknya kita tidak punya apa-apa lagi untuk mencegat mereka. Jadi di mana para mitra kami? Apa yang sedang terjadi? Itu pertanyaan saya," ungkap Olena.
Beberapa jam sebelum serangan, Zelensky sebenarnya telah memperingatkan akan adanya serangan balasan dari Moskow. Pihak Rusia sendiri berdalih bahwa gempuran tersebut merupakan balasan atas serangan drone Ukraina yang menargetkan fasilitas energi mereka, termasuk kilang minyak terbesar Rusia di Omsk.
Tragedi ini terjadi menjelang KTT NATO di Ankara, Turki, di mana Zelensky dikabarkan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
"Amerika Serikat dan Eropa memiliki kekuatan yang cukup untuk menghentikan teror ini," pungkas Zelensky, menekankan pentingnya dukungan nyata bagi pertahanan udara Ukraina. (BBC/Z-2)

















































