Konsisten Dukung Industri F&B, ibis Styles Jakarta Airport Gelar Battle of The Bartenders Vol. IV

2 weeks ago 16
Konsisten Dukung Industri F&B, ibis Styles Jakarta Airport Gelar Battle of The Bartenders Vol. IV ibis Styles Jakarta Airport Gelar Battle of The Bartenders Vol. IV(ibis Styles Jakarta Airport)

KOMITMEN berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di industri hospitality kembali ditunjukkan oleh ibis Styles Jakarta Airport. Hotel di kawasan bandara ini sukses menggelar kompetisi bartending tahunan bertajuk Battle of The Bartenders Vol. IV Mixology.

Kompetisi bartending yang memasuki tahun keempat ini menjadi wadah bagi para bartender untuk mengasah kreativitas, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperluas jejaring profesional di industri food and beverage (F&B).

Sebanyak 22 bartender dari berbagai hotel, restoran, kafe, komunitas bartender, hingga institusi pendidikan di wilayah Jabodetabek mengikuti kompetisi yang digelar di ibis Styles Jakarta Airport.

General Manager ibis Styles Jakarta Airport, Ulil Azmi, S.Tr.Par., M.M., mengatakan penyelenggaraan Battle of The Bartenders telah menjadi agenda tahunan sejak 2023 sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas industri hospitality pascapandemi Covid-19.

"Hari ini kami menggelar Mixologist Competition Battle of The Bartenders Volume IV. Ini merupakan tahun keempat kami secara konsisten menyelenggarakan acara ini. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ajang bagi para bartender untuk saling bertemu, membangun networking, berbagi knowledge, dan mempererat hubungan profesional," ujarnya.

Menurut Ulil, konsistensi menjadi faktor utama yang membuat kompetisi tersebut terus berkembang dan mendapat antusiasme tinggi dari komunitas bartender.

"Kuncinya satu, yaitu konsisten. Kami bekerja sama dengan orang-orang yang berkompeten, asosiasi bartender, komunitas, serta berbagai principal dan brand yang memiliki visi sama dalam memajukan industri food and beverage," katanya.

Ia menjelaskan, kompetisi tersebut lahir setelah pandemi Covid-19 mereda. Saat itu, para bartender membutuhkan ruang untuk kembali berkumpul, bertukar pengalaman, dan mengembangkan kompetensi.

"Awalnya kegiatan ini hanya melibatkan komunitas bartender di Banten. Namun kini berkembang menjadi ajang yang diikuti bartender dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, Bogor, hingga kalangan mahasiswa. Kami juga senang melihat banyak hotel lain mulai menggelar kompetisi serupa. Artinya industri food and beverage semakin hidup dan kreatif," ujarnya.

Meski dikemas dalam bentuk kompetisi, Ulil menegaskan tujuan utama acara bukan semata-mata mencari pemenang.

"Kompetisi ini hanyalah media untuk mempertemukan mereka. Yang paling penting adalah networking. Mereka saling bertukar pengalaman, berbagi informasi pekerjaan, hingga meningkatkan kemampuan presentasi dan storytelling terhadap minuman yang mereka ciptakan," jelasnya.

Menurutnya, bartender masa kini tidak hanya dituntut piawai meracik minuman, tetapi juga mampu menjelaskan konsep dan cerita di balik setiap kreasi yang disajikan sehingga mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan kepada pelanggan.

Ajang Menambah Wawasan dan Melahirkan Inovasi

Kompetisi ini juga menjadi ruang belajar bagi para bartender. Salah satu peserta, Ahmad Khoirul, mengaku telah mengikuti Battle of The Bartenders sebanyak tiga kali. Baginya, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk 
memperluas wawasan sekaligus mempelajari tren terbaru dalam dunia mixology.

"Di sini saya bisa belajar dari bartender lain, mulai dari penggunaan bahan, teknik pembuatan, hingga cara mereka mempresentasikan minuman. Semakin banyak peserta, semakin banyak pula ilmu yang bisa saya dapatkan," katanya

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Nurlaeni, yang juga telah tiga kali mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, Battle of The Bartenders selalu menghadirkan pengalaman baru karena setiap peserta membawa konsep dan karakter minuman yang berbeda.

"Kompetisi ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kami bisa saling bertukar pengalaman, mendapatkan masukan dari para juri, dan terus mengembangkan kemampuan sebagai bartender," ujarnya.

Pada kompetisi kali ini, Nurlaeni menghadirkan kreasi minuman bertajuk Golden Archipelago, yang terinspirasi dari kekayaan rempah-rempah Nusantara.

"Golden Archipelago menggambarkan Indonesia sebagai negeri penghasil rempah-rempah. Saya ingin menghadirkan cita rasa lokal sekaligus menceritakan sejarah perdagangan rempah Indonesia melalui sebuah cocktail," jelasnya.

Tiga Bartender Terbaik

Setelah melalui penilaian dewan juri yang berasal dari kalangan profesional industri hospitality dan komunitas bartender, panitia menetapkan tiga bartender terbaik dalam Battle of The Bartenders Vol. IV Mixology, yaitu:

  • Juara I: Margaretha Ceyline Tumewan dari Novotel Tangerang BSD City.
  • Juara II: Achmad Ramadani dari Hotel Tentrem Jakarta.
  • Juara III: Akbar Maulana dari Jin Yin.

Penyerahan penghargaan turut disaksikan oleh Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Provinsi Banten, Ashok Kumar, yang hadir memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perhotelan dan restoran.

Kompetisi ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan komunitas industri, di antaranya TDH, Vibe, Three Peaks, Blue Agave, Toza, Dome, Diablo IPA, Giffard, Muda Mulia Sentosa, Equil, Singaraja, Grand Macnish, Tequila Ranchitos, serta komunitas Banten Beverage Community (BBC), Jakarta Beverage Community (JBC), dan Indonesia Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Banten.

Melalui penyelenggaraan yang konsisten, ibis Styles Jakarta Airport berharap Battle of The Bartenders tidak hanya menjadi kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat komunitas bartender, melahirkan inovasi di bidang mixology, serta meningkatkan daya saing industri hospitality Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

(RO/P-4)
 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |