Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah.(MI/Palce Amalo)
KETUA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah mendatangi rumah keluarga mendiang dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) di Perumahan RSS Bau mata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (24/7) pagi.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses pemantauan kasus kematian dr. Icha yang kini telah naik ke tahap penyidikan. Turut bersama Anis, Penata Mediasi Sengketa HAM Ahli Pertama Hilda Rahman dan Analis Kebijakan Ahli Pertama Adi Abdilah.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam, Komnas HAM menggali keterangan dari kedua orang tua dr. Icha, adik korban, serta tim kuasa hukum keluarga.
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan, informasi yang diperoleh dari keluarga belum dapat dipublikasikan karena masih menjadi bagian dari proses pemantauan yang sedang dilakukan.
"Informasi yang kami peroleh tentu belum bisa kami sampaikan. Namun ini merupakan bagian penting dari proses pemantauan Komnas HAM. Kami memandang persoalan kematian dr. Icha sebagai kasus yang penting untuk dipantau," kata Anis kepada wartawan.
Menurutnya, Komnas HAM akan menghimpun informasi dari berbagai pihak untuk melengkapi fakta-fakta yang dibutuhkan dalam penyusunan analisis dan rekomendasi, antara rekan-rekan korban hingga dokter yang pernah menangani dr. Icha selama menjalani perawatan.
"Kami akan mengembangkan pihak-pihak mana yang penting kami dengarkan keterangannya untuk melengkapi fakta dan informasi yang sudah kami kumpulkan," ujarnya.
Anis juga menyebutkan Komnas HAM dijadwalkan bertemu dengan Polda NTT pada Jumat sore guna memperoleh penjelasan mengenai perkembangan penyidikan perkara tersebut.
"Kami berharap proses hukum berjalan secara profesional, akuntabel, dan transparan sehingga kasus ini dapat diusut secara tuntas," tegasnya.
Menurut Anis, seluruh informasi yang dihimpun akan menjadi dasar bagi Komnas HAM dalam menyusun rekomendasi, baik terkait penegakan hukum maupun langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Ayah mendiang dr. Icha, Gabriel Pakaenoni, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Komnas HAM dan berbagai lembaga yang turut mengawal kasus tersebut.
"Saya memberikan apresiasi yang tulus kepada Komnas HAM maupun lembaga-lembaga lain yang datang dan terlibat langsung dalam penanganan kasus ini. Ini sesuatu yang luar biasa," kata Gabriel.
Menurutnya, perjuangan keluarga bukan semata-mata untuk memperoleh keadilan bagi dr. Icha, tetapi juga demi kepentingan masyarakat luas agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
"Perjuangan ini bukan hanya untuk menegakkan keadilan, melainkan juga untuk seluruh masyarakat," ujarnya.(PO/E-4)

















































