Kepulangan Timnas Tanjung Verde Disambut Meriah bak Juara Piala Dunia 2026

2 weeks ago 12
Kepulangan Timnas Tanjung Verde Disambut Meriah bak Juara Piala Dunia 2026 Ilustrasi.(Magnific)

RIBUAN warga memadati jalan-jalan utama Kota Praia, Tanjung Verde, pada Minggu (5/7) waktu setempat untuk menyambut kepulangan tim nasional mereka. Tim berjuluk Blue Sharks tersebut mencuri perhatian dunia lewat penampilan gemilang pada debut mereka di ajang Piala Dunia 2026.

Meski langkah mereka terhenti di babak 32 besar setelah kalah tipis 2-3 dari juara bertahan Argentina melalui babak perpanjangan waktu, pencapaian ini dirayakan layaknya sebuah kemenangan nasional. Arak-arakan tim dimulai dari bandara menuju pusat kota, diiringi musik, nyanyian, serta kibaran bendera nasional yang membuat laju rombongan beberapa kali tersendat akibat antusiasme massa.

Apresiasi Tertinggi di Istana Kepresidenan

Puncak penyambutan berlangsung di Istana Kepresidenan. Presiden Tanjung Verde, Jose Maria Neves, memberikan penghormatan langsung. Neves menilai timnas memberikan kebanggaan luar biasa bagi negara kepulauan berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa tersebut.

"Argentina memang menang, tetapi Tanjung Verde yang berjaya," ujar Neves di hadapan para pemain dan pendukung. Ia bahkan melontarkan candaan mengenai tingginya atensi global pada laga kontra Argentina. "Kalau pertandingan Tanjung Verde melawan Argentina menjadi laga paling banyak ditonton di Piala Dunia, saya yakin itu bukan karena Argentina," katanya yang disambut tawa hadirin.

Momen kepulangan ini terasa semakin emosional karena bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Tanjung Verde dari kolonialisme Portugal pada 1975. "Setelah para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan, kini kami memiliki pahlawan baru, yaitu Blue Sharks," ungkap Edmilson Correia, salah seorang warga yang ikut menyambut tim.

Vozinha dan Semangat Pantang Menyerah

Penjaga gawang veteran, Vozinha, menjadi salah satu sosok paling menonjol selama turnamen. Kiper berusia 40 tahun itu tampil heroik dengan sejumlah penyelamatan penting, termasuk saat meredam gempuran Lionel Messi dan kawan-kawan. Terkait masa depannya, Vozinha memilih untuk tetap rendah hati.

"Kami telah mencapai sesuatu yang luar biasa. Saya sendiri belum sepenuhnya memahami seberapa besar pencapaian ini. Untuk saat ini saya hanya ingin beristirahat," tutur Vozinha.

Perayaan berakhir di Pantai Kebra Kanela, kawasan pesisir populer di Praia, dengan iringan tabuhan drum dan tepuk tangan panjang dari ribuan warga. Pelatih Tanjung Verde, Bubista, menegaskan bahwa keberhasilan menembus fase gugur pada penampilan perdana bukanlah sebuah kebetulan.

"Kami membuktikan bahwa lolos ke Piala Dunia bukan karena keberuntungan. Kami menunjukkan kerja keras dan daya juang, dan kami meninggalkan Amerika Serikat dengan kepala tegak," tegas Bubista. (AFP/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |