Ilustrasi(Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan musim kemarau terus meluas di Indonesia. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 342 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,9 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Dalam prakiraan cuaca periode 7–13 Juli 2026, BMKG menjelaskan meluasnya musim kemarau dipengaruhi masih bertahannya fenomena El Niño di Samudra Pasifik. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh indeks Niño 3.4 sebesar +1,24 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -23,3 yang secara umum berkontribusi terhadap menurunnya potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
"Seiring meluasnya musim kemarau, BMKG mencatat sebanyak 329 titik pengamatan atau sekitar 7 persen wilayah pengamatan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori sangat panjang, yakni 31–60 hari," ungkap BMKG.
Selain itu, suhu udara maksimum pada periode 1–5 Juli 2026 masih mencapai lebih dari 35 derajat Celsius di sejumlah wilayah, antara lain Sumatra Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Sulawesi Tengah.
Meski demikian, BMKG menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Pada awal Juli 2026, hujan dengan intensitas cukup tinggi masih tercatat di beberapa daerah, antara lain Sumatra Barat dengan curah hujan mencapai 156 milimeter per hari, Sulawesi Utara 151 mm per hari, Sumatra Utara 90 mm per hari, Kalimantan Utara 84 mm per hari, serta Maluku Utara 57 mm per hari.
Menurut BMKG, hujan tersebut dipengaruhi aktivitas dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang masih aktif di sejumlah wilayah. Kondisi atmosfer lokal yang labil juga masih mendukung pembentukan awan hujan.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan didominasi curah hujan kategori rendah pada Dasarian I Juli 2026. Sekitar 72,19 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan rendah, sedangkan 27,8 persen lainnya berada pada kategori menengah, terutama di sebagian Sumatra bagian utara dan tengah, Kalimantan utara, sebagian Maluku, serta wilayah pegunungan Papua.
Untuk periode 7–10 Juli 2026, BMKG masih mengingatkan adanya potensi hujan sedang di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua.
Selain itu, hujan lebat hingga sangat lebat berstatus siaga berpotensi terjadi di Sumatra Barat, Bengkulu, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Adapun potensi angin kencang diprakirakan melanda Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang telah memasuki musim kemarau agar menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan dan mengurangi paparan langsung sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.
"Di sisi lain, masyarakat juga diminta tetap mewaspadai potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir yang masih dapat terjadi secara lokal serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG," pungkas BMKG.
(P-4)

















































