Keberhasilan Pembangunan Nasional Butuh Peran dan Kesadaran Kolektif Masyarakat

2 weeks ago 13
Keberhasilan Pembangunan Nasional Butuh Peran dan Kesadaran Kolektif Masyarakat Ilustrasi(Dok Istimewa)

Ketua Umum Relawan Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) yang digelar di Asrama Haji, Bekasi, Senin (6/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Andi memberikan apresiasi tinggi kepada Laskar Anti Korupsi Indonesia serta jajaran relawan Pro Garda Indonesia Bersatu (Progib) atas konsistensi mereka dalam mengawal jalannya pembangunan.

Andi menyatakan bahwa program kerja yang tengah dijalankan oleh pemerintah saat ini tergolong cukup banyak, sehingga peran aktif dari Laskar Anti Korupsi Indonesia dan Progib dalam fungsi pengawasan dinilai sangat relevan.

"Memang pengawasan melekat itu harus dilakukan agar program program pemerintah bisa berjalan sebagaimana mestinya," ujar Andi melalui keterangannya, Senin (6/7/2026).

Lebih lanjut, Andi menekankan bahwa keberhasilan agenda pembangunan nasional membutuhkan peran serta serta kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan sipil. Meskipun ia menilai hampir seluruh program strategis pemerintah saat ini masih berjalan on the track atau sesuai jalur, kehadiran organisasi masyarakat tetap menjadi instrumen penting.

"Saat ini Laskar Anti Korupsi Indonesia dan Progib yang sudah terpanggil, saya berharap akan lebih banyak lagi organisasi organisasi yang ikut melakukan pengawasan, tujuannya agar program yang ada berjalan sebagaimana mestinya," tambah Andi.

Sementara itu, Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia, Burhannudin Abdullah, menjelaskan bahwa agenda Rakernas ini dijadwalkan akan berlangsung hingga Jumat (10/7/2026). Burhannudin mengungkapkan ada beberapa poin krusial yang akan dibahas, salah satunya mencakup bidang penegakan hukum di mana LAKI akan mengevaluasi secara menyeluruh proses penegakan hukum yang saat ini sedang berjalan di tanah air.

"Sehingga nantinya kita akan mengeluarkan rekomendasi untuk para penegak hukum, tentunya dari kacamata Laskar Anti Korupsi Indonesia," ujar Burhannudin.

Selain persoalan hukum, Rakernas ini juga dirancang untuk menyoroti program-program pemerintah yang memerlukan pengawasan ketat. Melalui forum ini, LAKI akan merumuskan catatan kritis terkait program apa saja yang harus dievaluasi serta program apa saja yang perlu diperkuat. Agenda ketiga yang tidak kalah penting adalah pembahasan internal organisasi, mengingat LAKI kini telah eksis selama 19 tahun dan mulai tahun 2026 ini resmi berjalan bersama dengan Pro Gerakan Indonesia Bersatu (Progib).

"Dalam rakernas ini nantinya juga akan dibicarakan mengenai kolaborasi konkret antara Laskar Anti Korupsi Indonesia dengan Progib. Termasuk bagaimana membuat pola untuk bersinergi antara LAKI dengan Pro Gerakan Indonesia Bersatu," papar Burhannudin mengenai arah kerja sama kedua lembaga.

Sebagai penutup, Burhannudin menegaskan bahwa target utama dari pelaksanaan Rakernas ini adalah untuk memperkuat dan mempertajam fungsi pengawasan di masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa celah terjadinya tindak pidana korupsi di Indonesia selama ini kerap dipicu oleh lemahnya sistem kontrol dan pengawasan.

"Target besarnya adalah bagaimana pemerintah bersama masyarakat dan penegak hukum melakukan pengawasan terhadap program program yang berjalan, sehingga jalan menuju Indonesia Emas bisa terwujud lebih cepat," pungkas Burhannudin. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |