Tim SAR Pangkalpinang melakukan upaya evakuasi sembilan ABK KM Kharisma.(MI/Rendy)
KANTOR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang berhasil mengevakuasi sembilan anak buah kapal (ABK) Kharisma yang mengalami mati mesin di perairan Pantai Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Komandan Tim Basarnas Pangkalpinang, Kurniaji, menyatakan bahwa untuk mengevakuasi KM Kharisma beserta seluruh kru, pihaknya mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Karna yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan pendukung keselamatan.
Tim SAR berhasil menemukan posisi terakhir KM Kharisma pada Selasa (7/8) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat ditemukan, kapal pencari cumi tersebut sedang terombang-ambing di tengah laut.
"Setelah menerima laporan, tim kami langsung berangkat untuk melakukan evakuasi. Memang ada kendala karena jarak pandang terbatas akibat kondisi malam hari," ujar Kurniaji, Selasa (7/8).
Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari. Sekitar pukul 03.18, kesembilan ABK beserta kapalnya berhasil ditarik ke daratan dengan selamat. "Alhamdulillah, semuanya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Seluruh ABK merupakan warga Lontong Pancur, Pangkalpinang," tambahnya.
Kronologi Kejadian: BBM Tercampur Air
Insiden ini bermula pada Senin (6/7), ketika kapal berwarna putih-biru tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah melakukan aktivitas pencarian cumi di perairan Pantai Rebo.
Sekitar pukul 15.05, kapal tiba-tiba kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Para ABK sempat berupaya menggunakan pasokan cadangan yang disimpan di dalam jeriken untuk melanjutkan perjalanan.
Namun, bahan bakar cadangan tersebut ternyata tercampur air. Hal ini menyebabkan mesin kapal mengalami kerusakan total dan tidak dapat dihidupkan kembali. Setelah berjam-jam mencoba melakukan perbaikan secara mandiri tanpa hasil, awak kapal akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan evakuasi kepada pihak Kansar Pangkalpinang. (I-2)

















































