Jenis Teh Terbaik untuk Kombucha: Studi Ungkap Oolong dan Teh Hijau Paling Kaya Antioksidan

2 weeks ago 17
 Studi Ungkap Oolong dan Teh Hijau Paling Kaya Antioksidan Ilustrasi(Magnific)

POPULARITAS kombucha sebagai minuman fermentasi yang ramah bagi pencernaan terus meningkat. Minuman bersoda dengan rasa asam-manis ini jamak dibeli karena reputasinya yang baik untuk kesehatan usus. Komponen utamanya difermentasi menggunakan kultur hidup, yaitu koloni bakteri dan ragi simbiotik yang dikenal sebagai SCOBY (symbiotic colony of bacteria and yeast).

Namun, kualitas minuman ini ternyata sangat bergantung pada bahan baku teh yang digunakan. Kombucha dapat dibuat dari berbagai jenis teh seperti teh hijau, hitam, putih, oolong, pu-erh, hingga teh herbal. Masing-masing teh membawa kombinasi antioksidan dan senyawa tanaman yang berbeda.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry mencoba mengisi celah informasi mengenai pengaruh jenis teh terhadap kualitas akhir kombucha. Para peneliti dari Wroclaw University of Environmental and Life Sciences dan Wroclaw Medical University di Polandia melakukan eksperimen laboratorium untuk membandingkan lima jenis teh: hijau, hitam, putih, oolong, dan pu-erh.

Untuk memastikan perbandingan yang adil, setiap kombucha difermentasi selama 10 hari menggunakan resep dan kondisi yang identik. Para peneliti menganalisis kandungan cairan pada hari ke-0, ke-5, dan ke-10 untuk mengukur kadar gula, asam organik, alkohol, serta lebih dari 100 jenis polifenol (senyawa antioksidan). Pengujian laboratorium juga dilakukan untuk menilai aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan pengaruhnya terhadap gula darah.

Hasil studi menunjukkan bahwa proses fermentasi dasar berjalan serupa pada semua jenis teh karena mikroba dominan yang bekerja tetap sama. Kendati demikian, jenis teh awal sangat memengaruhi profil antioksidan hasil akhir kombucha.

Kekuatan antioksidan pada semua sampel umumnya meningkat di awal fermentasi dan mencapai puncaknya pada hari kelima sebelum akhirnya mendatar. Pada titik puncak tersebut, kombucha yang terbuat dari teh oolong memiliki aktivitas antioksidan tertinggi, sedangkan teh putih menjadi yang terendah. Di sisi lain, kombucha teh hijau menunjukkan aktivitas antiinflamasi terkuat di laboratorium, sekaligus memberikan hasil paling menjanjikan pada indikator yang terkait dengan kesehatan otak. Sementara itu, teh oolong unggul pada penanda yang berkaitan dengan regulasi gula darah.

Para peneliti menyimpulkan bahwa teh hijau dan teh oolong menghasilkan kombucha dengan kandungan senyawa paling bermanfaat.

Meski demikian, studi ini memiliki batasan penting. Seluruh pengukuran terkait kesehatan dilakukan secara in vitro (di dalam tabung reaksi dan cawan laboratorium), bukan pada tubuh manusia secara langsung. Pengujian ini belum dapat memastikan bagaimana senyawa tersebut bereaksi setelah dicerna dan diserap oleh tubuh manusia. Selain itu, hasil pada kondisi laboratorium yang terkontrol ketat ini bisa berbeda dengan kombucha komersial di pasaran yang kerap melalui proses fermentasi tambahan.

Bagi pencinta kombucha, temuan ini mengindikasikan bahwa pemilihan bahan dasar teh bukan sekadar soal rasa, melainkan juga menentukan nilai bioaktifnya. Jika Anda mengonsumsinya untuk mendapatkan efek antiinflamasi atau antioksidan, memeriksa label kemasan dan memilih produk berbasis teh hijau atau oolong dapat menjadi pertimbangan yang baik. (Eating Well/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |