Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.(Dok. Antara)
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan perhatian khusus kepada Heru Baskoro (84), putra kandung pahlawan nasional penulis naskah proklamasi kemerdekaan RI, Sayuti Melik. Heru kini mendapatkan perawatan intensif dan fasilitas hunian sementara setelah mengalami gangguan kesehatan serius sekembalinya dari Kanada.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengevakuasi Heru bersama istrinya, Treyzia Noviani, ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat. Langkah cepat ini diambil segera setelah Kemensos menerima laporan mengenai kondisi kesehatan dan situasi ekonomi yang dialami keluarga tersebut.
"Langsung kami kirim tim ke sana dan sekarang sudah kami bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi. Ya tentu akan direhabilitasi. Ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya," ujar menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut di Jakarta, Kamis (16/7).
Kesulitan Finansial Usai Menetap di Kanada
Berdasarkan data Kemensos, Heru dan istrinya sempat menetap di Kanada selama kurang lebih 21 tahun dengan status penduduk tetap (permanent resident). Selama dua dekade tersebut, mereka hidup mandiri hingga akhirnya kondisi kesehatan Heru menurun drastis akibat gangguan penglihatan parah.
Biaya pengobatan yang sangat tinggi di luar negeri menguras sebagian besar tabungan keluarga. Kondisi ini memaksa mereka kembali ke tanah air dalam keadaan terhimpit kesulitan finansial. Di STPL Bekasi, Kemensos memastikan Heru mendapatkan pemeriksaan medis berkala serta pendampingan sosial yang komprehensif.
Saat ini, Kemensos tengah melakukan identifikasi kebutuhan dasar, verifikasi dokumen kependudukan, hingga penelusuran aset keluarga. Langkah ini dilakukan sebagai landasan untuk menentukan program intervensi sosial jangka panjang yang paling tepat bagi putra pahlawan nasional tersebut.
Pentingnya Akurasi Data Sosial
Gus Ipul menegaskan bahwa kasus yang menimpa keluarga Heru Baskoro menjadi pengingat krusial mengenai pentingnya akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Saat ini, Kemensos bersama kementerian dan lembaga terkait tengah memacu konsolidasi data tersebut atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah, data menjadi sangat penting, dan satu tahun lebih ini atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kami melakukan konsolidasi data," tegasnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar serta pemulihan kesehatan putra Sayuti Melik dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. (Ant/H-3)


















































