Indonesia dan India Perluas Kerja Sama Ekonomi, Pendidikan, dan Teknologi

2 weeks ago 18
Indonesia dan India Perluas Kerja Sama Ekonomi, Pendidikan, dan Teknologi PM India Narendra Modi (kiri) dan Presiden Prabowo Subianto (kanan).(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi sepakat memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India melalui perluasan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/7).

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Pada kesempatan itu, Presiden juga memperkenalkan langsung jajaran kabinetnya kepada Perdana Menteri Narendra Modi sebagai mitra yang akan mengawal implementasi berbagai bentuk kerja sama kedua negara.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan India memiliki hubungan historis yang kuat serta kesamaan sebagai dua negara demokrasi terbesar di dunia. Menurutnya, kesamaan tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif yang memberikan manfaat nyata bagi kedua bangsa.

"Kunjungan Perdana Menteri Modi kali ini menjadi tonggak bersejarah. Kunjungan ini merupakan cermin komitmen kedua negara untuk terus memajukan kemitraan strategis komprehensif melalui kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan," kata Presiden Prabowo.

Salah satu fokus utama yang disepakati kedua pemimpin adalah peningkatan kerja sama ekonomi. Pemerintah Indonesia dan India berkomitmen mendorong pertumbuhan perdagangan bilateral melalui percepatan pembahasan Indonesia-India Preferential Trade Agreement sekaligus meninjau peningkatan ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA).

Selain perdagangan, kedua negara juga mendorong implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (Cross-Border QR Payment Linkage) guna mempermudah transaksi ekonomi dan memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Kesepakatan kerja sama juga mencakup sektor energi, kesehatan, pendidikan, riset, teknologi, keamanan, serta penguatan konektivitas melalui Pelabuhan Sabang di Aceh dan Pelabuhan Andaman dan Nikobar di India.

Di bidang pendidikan, Indonesia dan India sepakat menjajaki pendirian kampus Indian Institute of Management (IIM) di Indonesia serta membuka peluang kehadiran Indian Institute of Technology (IIT). Kedua negara juga akan memperluas kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di India, sekaligus mempererat kolaborasi riset, teknologi, dan pertukaran budaya.

Menanggapi hasil pertemuan tersebut, Menko PM Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai penguatan hubungan Indonesia dan India memiliki nilai strategis bagi agenda pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, India merupakan salah satu mitra penting Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar serta pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sehingga membuka peluang lebih luas bagi produk, investasi, dan talenta Indonesia untuk menembus pasar global.

"India merupakan pasar yang sangat strategis bagi Indonesia. Semakin kuat hubungan kedua negara, semakin besar peluang bagi produk-produk masyarakat kita untuk masuk ke pasar internasional. Ini bukan hanya tentang perdagangan antarnegara, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi ekonomi rakyat untuk berkembang," ujar Muhaimin.

Muhaimin menambahkan, keberhasilan diplomasi ekonomi pemerintah perlu diikuti dengan langkah konkret agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menilai perluasan akses pasar harus dibarengi peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.

"Ketika pemerintah berhasil membuka akses ke pasar global, tugas berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu memanfaatkan peluang tersebut. Inilah makna pemberdayaan, yaitu menghadirkan kesempatan yang lebih besar agar masyarakat dapat tumbuh, naik kelas, dan meningkatkan kesejahteraannya," ucap Muhaimin.

Ia berharap penguatan hubungan bilateral Indonesia dan India tidak hanya mempererat kerja sama antarnegara, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing nasional sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat sehingga kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih merata. (Fik/P-3) 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |