Fadli Zon.(Antara)
PEMERINTAH Indonesia menyambut baik rencana dukungan pemerintah India dalam upaya revitalisasi kompleks Candi Prambanan. Kerja sama internasional ini diharapkan dapat mempercepat proses pemugaran ratusan candi perwara yang hingga saat ini sebagian besar belum direvitalisasi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa ketertarikan India terhadap pelestarian Candi Prambanan sebenarnya disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi sekitar satu setengah tahun yang lalu. Dalam rangkaian kunjungan resminya kali ini, PM Modi dijadwalkan meninjau langsung kondisi kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut.
"Jadi memang ini sudah disampaikan oleh PM Modi sejak 1,5 tahun yang lalu. Sekarang, besok, beliau akan melihat langsung ke Candi Prambanan," ujar Fadli Zon di Istana Kepresidenan, Selasa (7/7).
Fokus pada Ratusan Candi Perwara
Fadli menjelaskan bahwa fokus utama dari kolaborasi ini yaitu revitalisasi candi-candi perwara (candi pendamping) yang jumlahnya mencapai lebih dari 200 bangunan. Berdasarkan data saat ini, proses pemugaran candi perwara masih sangat terbatas dibandingkan dengan bangunan utama.
"Dari 200-an itu, baru enam yang kita revitalisasi. Kalau tiga candi besarnya sudah semua," jelasnya. Mengingat status Prambanan sebagai salah satu situs warisan dunia, pemerintah menilai dukungan India akan sangat strategis bagi pelestarian nilai sejarah dan arsitekturnya.
Kendati demikian, Fadli menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai nilai investasi maupun skema pendanaan yang spesifik. Pihak India masih melakukan kajian mendalam untuk menentukan bentuk dukungan teknis maupun finansial yang paling tepat.
Tantangan Konservasi Abad ke-9
Revitalisasi candi perwara diakui bukan merupakan pekerjaan sederhana. Selain membutuhkan biaya yang signifikan, proses pemugaran sangat bergantung pada ketersediaan material batu asli serta kelengkapan ukiran yang berusia lebih dari seribu tahun.
"Memang cukup besar (biayanya). Namun kita belum tahu angka-angkanya, masih terus kita kaji, terutama ketersediaan batu-batu, ukiran-ukiran yang ada, karena ini kan sudah lebih dari 1.000 tahun, dari abad ke-9," tambah Fadli.
Di samping fokus pada Prambanan, pemerintah Indonesia terus melanjutkan program revitalisasi mandiri pada sejumlah situs bersejarah lain, seperti Candi Plaosan, Candi Sewu, dan Candi Mendut. Namun, pengalaman serta keahlian India dalam konservasi candi Hindu diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan mempercepat target pemugaran di kompleks Prambanan yang selama ini dilakukan secara bertahap. (I-2)

















































