Ibu Pembuang Bayi di Terowongan Pelita Batam Ditahan

2 weeks ago 15
Ibu Pembuang Bayi di Terowongan Pelita Batam Ditahan Ilustrasi.(MI/Hendri Kremer)

HYL, 23, ibu biologis dari bayi yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Terowongan Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, kini resmi mendekam di sel tahanan Polsek Lubuk Baja. Penahanan dilakukan setelah tersangka menjalani perawatan medis intensif akibat kondisi fisiknya yang sempat kritis usai melahirkan sendiri.

Sebelum dijebloskan ke sel, HYL sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Gihon Lumban Raja, mengungkapkan bahwa saat diamankan, kondisi HYL sangat lemah karena ada sisa plasenta atau ari-ari yang tertinggal di dalam rahim.

"Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui ari-ari bayi masih tertinggal. Karena itu, yang bersangkutan harus menjalani tindakan medis, termasuk kuret," ujar Iptu Gihon, Selasa (7/7/2026).

Meskipun saat ini berada di Mapolsek Lubuk Baja, kondisi kesehatan HYL belum pulih sepenuhnya, sehingga pemeriksaan mendalam terhadap tersangka masih dilakukan secara bertahap.

Kronologi Persalinan Mandiri

Berdasarkan pengakuan HYL kepada penyidik, ia melahirkan bayi laki-laki tersebut seorang diri di rumahnya pada Jumat (26/6) sore. HYL mengaku mengalami sakit perut hebat dan terpaksa bersujud hingga proses persalinan terjadi tanpa bantuan medis apa pun.

Kapolsek Lubuk Baja, Komisaris Dennie Langie, menjelaskan bahwa HYL sempat mencoba menghubungi kekasihnya, BDM, sesaat sebelum melahirkan. Namun, panggilan telepon tersebut tidak mendapatkan respons.

"Setelah melahirkan, HYL mengaku sempat tidak sadarkan diri selama lebih dari 30 menit. Saat tersadar, ia melihat bayinya sudah berada di bawah kakinya dengan tali pusar masih menempel. Menurut keterangannya, bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelas Dennie.

Pembuangan Jasad di Saluran Drainase

Lantaran bingung dan panik mencari lokasi pemakaman, HYL akhirnya memutuskan untuk membungkus jasad bayinya dengan karung beras. Pada Sabtu (27/6) malam, ia membuang jasad tersebut ke saluran drainase di kawasan Terowongan Pelita.

Seluruh proses tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan kekasihnya. Berdasarkan keterangan polisi, BDM baru pulang ke rumah pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 dalam kondisi mabuk.

Kasus ini mulai terungkap pada Minggu (28/6) siang, ketika seorang pekerja proyek menemukan karung mencurigakan di parit saat hendak memindahkan galon air. Penemuan kepala bayi di dalam karung tersebut segera dilaporkan ke pihak berwajib.

Hingga saat ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa beberapa saksi. Sementara HYL telah ditetapkan sebagai tersangka, kekasihnya yang berinisial BDM masih berstatus sebagai saksi. Polisi terus mendalami motif di balik aksi nekat tersangka membuang darah dagingnya sendiri. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |