Hadirkan Ruang Inklusif, 18 Sekolah Ikuti Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus

2 weeks ago 14
Hadirkan Ruang Inklusif, 18 Sekolah Ikuti Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus Ilustrasi(Dok Istimewa)

SEBANYAK 18 sekolah yang terdiri atas Sekolah Luar Biasa (SLB), sekolah inklusi, dan komunitas penyandang disabilitas akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026 yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 di Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. 

Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 merupakan kegiatan kolaborasi antara PT Petualang Berani Melangkah dan London School Beyond Academy (LSBA) sebuah Lembaga pelatihan dan keterampilan yang berada dibawah naungan LSPR Institute of Communication and Business yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta (Dispora), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (Dinkes), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat gerakan olahraga inklusif di Indonesia sekaligus membuka kesempatan yang setara bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperoleh pengalaman bertanding di lingkungan yang aman, positif, dan ramah disabilitas.

Kejuaraan akan mempertandingkan nomor lari 25 meter, 50 meter, dan 100 meter untuk kategori putra dan putri yang dibagi ke dalam kelompok usia 13–16 tahun, 17–21 tahun, serta 22 tahun ke atas dengan total 18 sekolah, 120 peserta.  Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh 27 relawan yang akan mendampingi peserta sejak proses registrasi, pemanasan, pelaksanaan perlombaan, hingga penyerahan penghargaan.

Ketua PT. Petualang Berani Melangkah, mengatakan bahwa Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 diselenggarakan untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus agar dapat mengekspresikan kemampuan dan semangat mereka melalui olahraga.

"Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi setiap anak untuk menunjukkan potensi, keberanian, dan semangatnya. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi. Melalui kejuaraan ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan olahraga yang inklusif, penuh kebersamaan, dan mampu menginspirasi lebih banyak orang," ujarnya.

Sebagai co-organizer, London School Beyond Academy (LSBA) serta LSPR Institute of Communication and Business berkomitmen menghadirkan lebih banyak ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas melalui kegiatan yang mendorong pengembangan keterampilan, karakter, dan interaksi sosial. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya LSBA dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif sekaligus memperluas kesempatan bagi individu berkebutuhan khusus untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Dr. Chrisdina Wempi, M.Si., Direktur London School Beyond Academy (LSBA), mengatakan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan sosial peserta.
"Kejuaraan ini merupakan ruang bagi setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus membuktikan bahwa setiap individu berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Melalui kolaborasi ini kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam membangun budaya olahraga yang inklusif di Indonesia," ujar Dr. Chrisdina.

Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 menargetkan terciptanya antusiasme peserta untuk mengikuti olahraga atletik secara aktif dan berkelanjutan, terwujudnya kegiatan olahraga yang ramah dan inklusif bagi seluruh Anak Berkebutuhan Khusus, serta memberikan pengalaman bertanding yang dapat menjadi bekal untuk mengikuti berbagai kompetisi maupun kegiatan olahraga lainnya di masa mendatang.

Kolaborasi antara PT Petualang Berani Melangkah, LSBA, LSPR Institute of Communication and Business, Kemenpora, Dispora Provinsi DKI Jakarta, Dinkes Provinsi DKI Jakarta, dan Universitas Negeri Jakarta diharapkan menjadi contoh sinergi lintas sektor dalam memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas. Ke depan, kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus mendorong lahirnya prestasi sekaligus memperkuat budaya inklusi di Indonesia. (H-2)
 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |