Giannis Antetokounmpo kala masih berseragam Milwaukee Bucks(AFP/Stacy Revere/Getty Images)
KLUB NBA Milwaukee Bucks secara resmi menyampaikan salam perpisahan yang emosional untuk bintang utama mereka, Giannis Antetokounmpo. Pemain berjuluk "The Greek Freak" tersebut dipastikan hijrah ke Miami Heat melalui skema pertukaran atau trade.
Melalui akun X resmi mereka, @Bucks, pada Selasa (7/7) WIB, manajemen Bucks memberikan penghormatan tertinggi dengan melabeli Antetokounmpo sebagai pemain terbaik yang pernah mengenakan jersey tim sepanjang sejarah klub. Pernyataan tersebut menandai berakhirnya era keemasan selama 13 tahun sang pemain di Milwaukee.
"Kamu datang ke Milwaukee 13 tahun lalu sebagai bocah Sepolia dengan mimpi yang nyaris mustahil," tulis Bucks dalam pernyataan resminya.
Pihak klub mengenang perjalanan panjang Antetokounmpo sejak pertama kali menginjakkan kaki di NBA hingga bertransformasi menjadi kekuatan dominan di dunia basket. Selama lebih dari satu dekade, ia dianggap sebagai "Pemain Buck terbaik sepanjang masa" yang membawa tim menuju era tersukses yang akan selalu dikenang oleh para penggemar.
Profil Singkat Perjalanan Giannis di Bucks:
| Durasi Karier di Bucks | 13 Tahun |
| Usia Saat Ini | 31 Tahun |
| Pencapaian Terbesar | Juara NBA (setelah penantian 50 tahun) |
| Klub Baru | Miami Heat |
Lebih dari sekadar prestasi di lapangan, Bucks mengapresiasi bagaimana Antetokounmpo menjadikan Milwaukee sebagai rumahnya. Ia dinilai berhasil menjalin hubungan mendalam dengan komunitas lokal dan menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.
"Kamu tidak hanya bermain basket di Milwaukee, tetapi menjadi hati dan jiwa kota ini. Kamu menyentuh hidup di banyak komunitas dan menginspirasi orang hingga di belahan dunia lain," lanjut pernyataan tersebut.
Salah satu kontribusi paling monumental Antetokounmpo adalah keberhasilannya membawa Bucks meraih gelar juara NBA setelah penantian selama 50 tahun.
Bagi manajemen, Giannis telah mengajarkan arti loyalitas dan membuktikan bahwa kota kecil seperti Milwaukee bisa mencapai puncak dunia jika terus percaya.
General Manager Bucks, Jon Horst, juga merilis pernyataan terpisah untuk melepas kepergian pebasket berusia 31 tahun itu. Horst menekankan bahwa dampak yang diberikan Giannis sangat langka dan sulit dicapai oleh atlet mana pun.
"Hanya sedikit atlet dalam sejarah yang bisa mengangkat derajat tim, kota, dan penggemar seperti yang dilakukan Giannis untuk Bucks dan Milwaukee," pungkas Horst. (Ant/Z-1)

















































