Gianni Infantino Tegaskan Independensi FIFA Terkait Kasus Folarin Balogun

2 weeks ago 21
Gianni Infantino Tegaskan Independensi FIFA Terkait Kasus Folarin Balogun Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/NORBERTO DUARTE)

PRESIDEN FIFA Gianni Infantino akhirnya angkat bicara mengenai polemik penangguhan hukuman penyerang timnas Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun. Keputusan ini menjadi sorotan tajam karena memungkinkan Balogun untuk tetap memperkuat skuad The Stars & Stripes dalam laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan timnas Belgia.

Infantino menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan badan yudisial FIFA yang bersifat independen. Ia menjamin tidak ada tekanan politik maupun intervensi dari pihak luar dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

"Badan yudisial FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun. Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," ujar Infantino sebagaimana dilansir dari FIFA Media, Selasa (7/7).

Klarifikasi Terkait Telepon Donald Trump

Dalam keterangannya, Infantino tidak menampik bahwa dirinya sempat berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun, ia membantah keras anggapan bahwa percakapan tersebut memengaruhi status hukuman Balogun.

"Saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya juga menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintah, dan para pemangku kepentingan sepak bola dari berbagai belahan dunia," tutur Infantino.

Ia menjelaskan kepada Trump bahwa kasus Balogun sedang diproses oleh badan yudisial sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Menurutnya, dasar utama setiap keputusan adalah Kode Disiplin FIFA, regulasi yang ada, serta fakta-fakta hukum yang ditemukan di lapangan.

"Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya junjung tinggi," tegasnya.

Protes Belgia Ditolak

Sebelumnya, langkah Komite Disiplin FIFA yang menangguhkan hukuman satu pertandingan Balogun memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Pihak Belgia merasa dirugikan dengan kehadiran sang penyerang di babak gugur.

Namun, FIFA secara resmi telah menolak gugatan RBFA. Alasan penolakan tersebut adalah karena federasi sepak bola Belgia dianggap tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan banding atas perkara disiplin yang melibatkan pemain dari tim lawan.

Menghormati Otonomi Lembaga

Infantino mengakui bahwa sebagai Presiden FIFA, ia tidak selalu sependapat dengan setiap detail putusan yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menghormati supremasi hukum di dalam organisasi.

"Terkadang saya setuju, terkadang saya tidak setuju. Namun, saya selalu menghormati keputusan tersebut dan otonomi badan yang membuatnya," kata Infantino.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa penghormatan terhadap independensi lembaga merupakan fondasi utama untuk menjaga integritas kompetisi serta kredibilitas FIFA di mata dunia. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |