Ilustrasi .(MI-HO)
UNIT Reserse Kriminal (Unit Reskrim) Polsek Metro Penjaringan tengah memburu otak sindikat pencuri dengan modus mengganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
Aksi kejahatan ini sebelumnya terjadi di sebuah toko swalayan di Jalan Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.
“Kami memburu satu pelaku ketiga berinisial MT yang saat ini dalam status daftar pencarian orang. Pelaku ini menjalankan aksi pencurian dengan mengganjal ATM bersama dua pelaku berinisial RPY, 33, dan ED, 27, yang sudah ditangkap petugas,” kata Kanit Reserse Polsek Metro Penjaringan Komisaris Sampson Sosa Hutapea di Jakarta, Senin (6/7).
Sampson mengatakan petugas masih mengumpulkan keterangan dan informasi di lapangan guna melacak keberadaan pelaku ketiga tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku yang sudah diringkus mengaku baru dua kali melancarkan aksi pidana dengan modus serupa.
“Sebelum tertangkap mereka menjalankan aksi di kawasan Tambora, Jakarta Barat, dan kembali melakukan aksi di Penjaringan yang akhirnya tertangkap,” kata dia.
Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp450 ribu yang merupakan hasil pencurian dengan mengganjal ATM di kawasan Tambora, Jakarta Barat.
“Kami akan berkoordinasi dengan Polsek Tambora dan dalam mengungkap sindikat ini hingga jaringan ke atasnya,” kata dia.
TEMUAN 17 KARTU ATM
Meski kedua pelaku mengaku baru dua kali beraksi, polisi tidak langsung percaya.
Kecurigaan petugas menguat setelah menemukan belasan kartu ATM dari berbagai bank di tangan tersangka. Polisi menduga ada korban lain dari jaringan ini.
“Kartu ATM ini bersifat privasi dan kami sedang berkoordinasi dengan masing-masing bank untuk mencari tahu data pribadi ATM tersebut,” kata dia.
Sebelumnya, Polsek Metro Penjaringan berhasil menangkap dua pria yang diduga kuat terlibat dalam sindikat pencurian bermodus ganjal ATM di dalam sebuah toko di kawasan Muara Baru. Penangkapan dilakukan saat para pelaku hendak menjebak korban baru.
“Kami menangkap dua pelaku yang diduga akan melaksanakan aksi jahatnya kepada korban wanita berinisial AH yang akan mengambil uang di mesin tersebut,” tandasnya. (Ant/P-2)

















































