Fisik Terkuras, Ujian Berat Argentina vs Mesir

2 weeks ago 14
Fisik Terkuras, Ujian Berat Argentina vs Mesir Kapten timnas Argentina Lionel Messi saat menghadapi Venezuela di Buenos Aires, 2025(Luis ROBAYO / AFP)

KEPERKASAAN Lionel Messi dan Argentina akan menghadapi ujian baru saat pertandingan Argentina vs Mesir pada babak 16 besar 2026 Piala Dunia 2026. Faktor fisik akan menjadi tantangan karena kedua tim sama-sama datang dengan kondisi yang terkuras setelah dipaksa bermain lebih dari waktu normal pada laga sebelumnya.

Duel Argentina vs Mesir akan tersaji di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (7/7) malam pukul 23.00 WIB. Jarak pemulihan yang hanya empat hari memunculkan kekhawatiran bagi sang juara bertahan. Setelah tampil mulus di fase grup, pasukan Lionel Scaloni mulai memperlihatkan celah saat dipaksa bersusah payah ketika menang atas Tanjung Verde.

Argentina harus bekerja keras menumbangkan  Tanjung Verde.dengan skor 3-2 lewat perpanjangan waktu. Sementara itu, Mesir juga menghabiskan 120 menit sebelum menyingkirkan Australia melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1. Gelandang Argentina Alexis Mac Allister mengakui lawannya sedang berada dalam momentum terbaik.

"Mereka sedang menjalani Piala Dunia yang bersejarah. Mereka bahagia dan menikmati momen ini sehingga datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka akan menjadi lawan yang sangat berat," kata Mac Allister seperti dikutip ESPN Argentina.

Mantan pemain Argentina Sergio Aguero juga menilai tantangan La Albiceleste berikutnya tidak akan lebih mudah. Menurutnya, Mesir sedikit diuntungkan soal faktor fisik.

"Yang membuat saya khawatir sekarang hanya ada empat hari untuk beristirahat, harus bepergian, banyak pemain mengalami kram, lalu langsung menghadapi Mesir yang juga tim sangat kuat secara fisik. Menurut saya mereka juga memiliki kualitas lini depan yang sedikit lebih baik dibanding Tanjung Verde," ucap Aguero.

Messi sendiri mengakui pertandingan di babak 32 besar menguras tenaga. Kapten Albiceleste itu mengatakan timnya kesulitan menerapkan tekanan tinggi sepanjang laga sehingga harus mengeluarkan energi lebih besar dari biasanya.

Meski demikian, Argentina bakal tetap mengandalkan magis pemain berusia 39 tahun tersebut. Saat melawan Tanjung Verde, Messi mencetak gol pembuka sekaligus mengirim sepak pojok yang berujung gol penentu kemenangan setelah sundulan Cristian Romero berbelok masuk akibat gol bunuh diri lawan.

Namun, ketergantungan terhadap Messi juga menjadi sisi rawan. Argentina dinilai perlu menemukan keseimbangan agar ancaman dari pemain-pemain lain tetap muncul ketika lawan berhasil membatasi ruang gerak sang kapten.

Di kubu lawan, Mesir datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk the Pharaohs mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur, memetik kemenangan pertama di babak knockout Piala Dunia, dan kini memburu tiket perempat final untuk pertama kalinya.  Mesir diperkirakan kembali mengandalkan organisasi pertahanan yang rapat sebelum melancarkan serangan balik cepat melalui Mohamed Salah dan Omar Marmoush. Pola tersebut terbukti efektif ketika mereka menyingkirkan Australia dan dinilai memiliki kemiripan dengan cara Tanjung Verde merepotkan Argentina. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |