Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad Muhammad Fajri Setiawan (8) yang tenggelam selama empat hari di Sungai Batang Tembesi, Senin (6/7).(Dok. Istimewa)
PENANTIAN panjang keluarga Muhammad Fajri Setiawan, bocah berusia delapan tahun asal Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi, berakhir dalam suasana duka mendalam. Setelah empat hari dilakukan pencarian intensif, harapan untuk menemukan Fajri dalam keadaan selamat pupus pada Senin siang (6/7/2026).
Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus Sungai Batang Tembesi. Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian yang telah melibatkan berbagai unsur penyelamat sejak korban dinyatakan hilang saat sedang mandi bersama teman-temannya di tepian sungai.
Kepala Kantor Basarnas Jambi, Adah Sudarsa, mengonfirmasi bahwa jasad Muhammad Fajri Setiawan ditemukan mengapung di permukaan air pada Senin siang. Lokasi penemuan berada cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
"Tim SAR menemukan jasad korban mengapung di permukaan Sungai Batang Tembesi, sekitar 10 kilometer di hilir lokasi pertama korban dilaporkan menghilang," ujar Adah Sudarsa kepada wartawan, Senin (6/7).
Kondisi jasad saat ditemukan sudah mulai mengalami pembusukan akibat berada di dalam air selama empat hari. Segera setelah ditemukan, tim langsung melakukan evakuasi dan membawa jenazah menuju rumah duka di Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar dapat segera dimakamkan.
Operasi Pencarian Tim SAR Gabungan
Keberhasilan penemuan ini merupakan hasil kerja keras Tim SAR Gabungan yang telah menyisir aliran sungai selama berhari-hari. Operasi ini melibatkan kekuatan personel dari berbagai instansi, di antaranya:
- Tujuh personel Rescue dari Pos SAR Bungo.
- Unsur TNI dan Polri setempat.
- Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun.
- Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sarolangun.
Selama empat hari pencarian, tim menggunakan perahu karet dan menyusuri tepian sungai, menghadapi tantangan arus dan luasnya area pencarian di sepanjang aliran Batang Tembesi.
Otoritas setempat terus mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar tepian sungai, terutama saat arus sungai sedang kuat atau kondisi cuaca tidak menentu, guna mencegah terulangnya insiden serupa.
Duka di Kecamatan Pauh
Kepergian Muhammad Fajri Setiawan meninggalkan kesedihan mendalam bagi warga di Kecamatan Pauh. Sejak dilaporkan hilang, warga sekitar turut membantu memantau aliran sungai dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang tak henti menunggu di pinggir sungai.
Kini, dengan ditemukannya jasad korban, keluarga telah menerima kenyataan pahit tersebut dan fokus pada proses pemakaman. Pihak Basarnas Jambi secara resmi menutup operasi pencarian ini setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan ke rumah duka. (SL/I-1)

















































