Donald Trump Akui Intervensi Sanksi Folarin Balogun di Piala Dunia 2026

2 weeks ago 21
Donald Trump Akui Intervensi Sanksi Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 Presiden Amerika Serikat Donald Trump(AFP/Mandel NGAN)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengonfirmasi bahwa dirinya telah meminta FIFA untuk meninjau ulang sanksi larangan bertanding satu pertandingan yang dijatuhkan kepada penyerang timnas AS, Folarin Balogun. Keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman tersebut memicu kontroversi besar menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Balogun, sebelumnya, dijadwalkan absen dalam laga krusial melawan Belgia setelah menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran terhadap bek Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic.

Namun, FIFA mengambil keputusan mengejutkan dengan menangguhkan hukuman otomatis tersebut selama 12 bulan, yang berarti Balogun bebas bermain di Seattle pada Selasa (7/7) dini hari WIB.

Intervensi dari Gedung Putih

Berbicara di Gedung Putih, Senin (6/7) waktu setempat, Trump menyatakan bahwa badan sepak bola dunia tersebut telah mengambil "keputusan yang tepat". Ia berpendapat bahwa jika sanksi tetap diberlakukan, hal itu akan meninggalkan "noda besar" pada turnamen ini.

Trump mengakui telah berbicara langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

"Saya hanya meminta peninjauan ulang karena menurut saya itu bukan pelanggaran," ujar Trump.

Meski demikian, ia membantah telah mendikte Infantino. "Saya tidak bisa memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan. Saya yakin komisi independenlah yang membuat keputusan tersebut."

Selain itu, Trump melontarkan kritik tajam kepada wasit Raphael Claus yang mengusir Balogun, menyebut keputusan pria asal Brasil itu "mengerikan" dan menyebut sang pengadil "sedikit mencurigakan".

Pernyataan ini langsung direspons oleh Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) yang membela integritas Claus sebagai profesional teladan.

Reaksi Keras UEFA dan Belgia

Keputusan FIFA ini memicu gelombang protes dari berbagai pihak. Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) mengaku "terkejut" dan secara resmi menggugat kelayakan bermain Balogun. Namun, komite banding FIFA menolak keberatan tersebut dengan alasan Belgia bukan pihak yang terlibat langsung dalam insiden awal.

UEFA turut mengecam langkah ini dengan menyatakan bahwa integritas sepak bola sedang dipertaruhkan. Mereka menilai intervensi yang membatalkan suspensi di tengah turnamen telah "melewati garis merah".

Catatan Sejarah: Dari 189 kartu merah yang dikeluarkan sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya satu kali pemain lolos dari sanksi larangan bertanding, yakni Garrincha (Brasil) pada 1962, jauh sebelum sistem sanksi otomatis diterapkan.

Kritik Thomas Tuchel

Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, juga menyuarakan kekhawatirannya. Tuchel menilai keputusan ini menciptakan preseden berbahaya bagi dunia sepak bola.

"Di mana kita harus menarik garis batas? Apakah kita akan mengajukan banding untuk setiap kartu kuning atau merah? Saya tidak punya jawabannya," cetus Tuchel.

FIFA berdalih menggunakan Pasal 27 dari kode disiplin mereka, yang memungkinkan penangguhan tindakan disipliner secara parsial dengan masa percobaan. Namun, hingga saat ini, FIFA belum memberikan penjelasan spesifik mengapa kasus Balogun layak mendapatkan perlakuan khusus tersebut.

Gianni Infantino sendiri menegaskan melalui pernyataan di media sosial X bahwa badan yudisial FIFA bersifat independen.

"Apakah kita secara pribadi menyukai sebuah keputusan atau tidak, itu tidak relevan. Menghormati institusi independen adalah hal yang melindungi integritas kompetisi kami," tulis Infantino.

Dengan keputusan ini, Balogun yang telah mencetak tiga gol di turnamen ini dipastikan akan memimpin lini depan Amerika Serikat saat menghadapi Belgia di babak gugur. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |