Dituduh Lakukan Pemerkosaan, Calon Senat AS Graham Platner Buka Suara

2 weeks ago 20
Dituduh Lakukan Pemerkosaan, Calon Senat AS Graham Platner Buka Suara Graham Platner, calon Senat AS dari Partai Demokrat di Maine, tersandung dugaan kasus kekerasan seksual. Korban ungkap cerita mengejutkan.(Instagram)

SEORANG perempuan bernama Jenny Racicot, 41, mengungkapkan tuduhan kekerasan seksual terhadap Graham Platner, calon anggota Senat AS dari Partai Demokrat untuk wilayah Maine. Racicot menyatakan Platner masuk ke rumahnya tanpa izin dan memerkosanya dalam kondisi mabuk berat hampir lima tahun lalu, saat keduanya masih dalam hubungan asmara kasual. Tudingan tersebut langsung dibantah keras pihak Platner.

Dalam wawancara bersama CNN, Racicot menjelaskan insiden itu terjadi pada akhir tahun 2021 di Maine. Meski telah diminta untuk tidak datang, Platner tiba-tiba muncul dalam keadaan mabuk dan memaksa berhubungan intim dengannya. Saat dikonfrontasi keesokan harinya, Platner mengaku tidak ingat kejadian tersebut.

Racicot, yang merupakan pemilih terdaftar Demokrat, menegaskan tidak memiliki motif politik dalam mengungkap cerita ini. Ia bahkan mengaku menyukai visi politik Platner.

"Saya sangat setuju dengan politiknya. Saya pikir kita membutuhkan seseorang dengan sikap politik seperti itu," ujar Racicot. "Saya di sini hanya untuk menceritakan kisah saya guna memberikan gambaran yang lebih jelas tentang siapa dia dan masa lalu yang dimilikinya. Saya hanya berpikir ini adil bagi proses demokrasi untuk memberi tahu orang-orang siapa yang mereka pilih."

Racicot akhirnya berani berbicara ke publik setelah mendapat dukungan dari Cheyenne Hunt, seorang pengacara dan aktivis hak-hak perempuan dari kelompok Reckoning Action. "Saya mendapatkan dukungan sekarang yang saya butuhkan selama ini," tambah Racicot.

Di sisi lain, Hunt menegaskan aksi ini murni demi transparansi publik agar Maine mendapatkan kandidat terbaik tanpa rekam jejak misogini.

Bantahan Keras Kubu Platner

Tim kampanye Platner segera merilis pernyataan resmi yang membantah seluruh tuduhan tersebut dan menuding adanya koordinasi politik dari pihak luar. "Tuduhan ini sangat serius dan Graham dengan keras membantahnya," tegas tim kampanye Platner.

Mereka menambahkan bahwa selama setahun ini, lawan politik terus melayangkan fitnah, mulai dari menyebut Platner nazi, penjahat perang, hingga komunis.

"Tidaklah kebetulan bahwa cerita ini muncul seminggu sebelum batas waktu pemungutan suara, sama seperti tuduhan palsu sebelumnya yang muncul seminggu sebelum pemilihan primer. Graham memulai kampanye ini untuk memperjuangkan Maine di mana semua orang diperlakukan dengan bermartabat... dan tidak ada fitnah putus asa yang akan menghentikan gerakan ini," lanjut pernyataan tersebut.

Platner, seorang veteran Korps Marinir yang didukung oleh sayap kiri partai, sebelumnya pernah mengakui masa lalunya yang kelam terkait PTSD dan kecanduan alkohol, tetapi menegaskan tuduhan intimidasi fisik atau kekerasan di luar hal itu adalah palsu.

Racicot sendiri mengaku memutuskan berbicara demi memutus rantai bungkam.

"Ada banyak pria di dunia ini yang mengandalkan keheningan wanita untuk berada di posisi mereka saat ini, dan saya tidak ingin berkontribusi pada hal itu," pungkasnya. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |