Hotman Paris Hutapea(Antara)
PENGACARA kondang Hotman Paris Hutapea menanggapi santai aduan yang dilayangkan oleh Perkumpulan Wartawan Online ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan. Diketahui, Polda Metro Jaya telah menerima dua laporan terhadap Hotman yang dilayangkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Media Independen Online (MIO) Indonesia.
"Don't worry lah, don't worry," kata Hotman dalam konferensi pers, Kamis (23/7).
Hotman menegaskan dirinya bersikap kooperatif dan siap memenuhi panggilan kepolisian jika dibutuhkan keterangan klarifikasi.
"Pasti datanglah kalau dipanggil. Aduh, gua kan taat hukum, gitu aja ya. Jadi enggak ada apa-apa, itu enggak masalah," ujar Hotman.
Hotman menjelaskan bahwa duduk perkara tersebut bermula dari dinamika saat berlangsungnya sesi tanya jawab (doorstop) dengan sejumlah awak media dan perwakilan lembaga lain terkait kasus korupsi dan TPPU yang menjerat mantan JAM-Pidsus Febrie Adriansyah. Menurutnya, ucapan yang ia sampaikan merupakan bentuk spontan atas proses diskusi yang berlangsung dinamis, bukan niat menghina.
Ia menegaskan ucapan tersebut ditujukan secara perorangan (oknum) dalam konteks dialog personal, sehingga menurutnya masuk dalam ranah delik aduan dan bukan delik pers.
"Kalau gue bilang 'lu ngerti enggak sih', itu artinya 'lu' itu siapa? Ya perorangan. Gue kan enggak pernah menyinggung lembaga pers. Dan juga itu bukan press conference, itu kan doorstop," tegas Hotman.
Lebih lanjut, Hotman menyebut sosok yang berdialog dengannya saat itu tidak memperkenalkan diri dari insan media sejak awal. Usai interaksi tersebut, diketahui sosok tersebut berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Hotman menekankan bahwa dirinya menghormati profesi jurnalis dan lembaga pers, serta membantah tuduhan telah melakukan tindakan penghinaan terhadap organisasi wartawan.
"Karena kalimat saya kan 'lu' artinya orang perorangan ya. Dan juga tidak pernah diundang dewan pers ke sana karena itu doorstop. Ya kan? Kita enggak pernah tahu dan belum tentu orang itu anggota dia. Karena dia dari LSM yang mengajukan. Jadi kata 'lu' karena apa? Gua terangin bolak-balik dia enggak ngerti. Harusnya jawabannya 'lu kok lu nggak ngerti-ngerti sih?' Gitu kan? Tapi gue jawab 'lu punya otak nggak sih?' Itu pertanyaan karena memang dia tidak mau ngerti," katanya. (E-4)

















































