Dirut Jadi Tersangka Korupsi, Pemkot Surabaya Lanjutkan Audit Independen KBS

1 day ago 5
Dirut Jadi Tersangka Korupsi, Pemkot Surabaya Lanjutkan Audit Independen KBS Seekor Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) betina berada di kandangnya di Kebun Binatang Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/8/2025).(Antara)

SETELAH penetapan CA, direktur utama Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebagai tersangka korupsi, Pemerintah kota Surabaya tetap akan melanjutkan audit independen kinerja keuangan perusahaan BUMD tersebut.

“Tidak ada berhenti audit independen terus dilakukan usai terungkapnya kasus korupsi yang dilakukan mantan direktur utama,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat (24/7).

Menurut dia, penetapan CA, Direktur Utama KBS periode 2016-2024, sebagai tersangka merupakan bentuk ketegasan pada pejabat Pemkot Surabaya yang terindikasi melakukan korupsi.

Eri mengaku menaruh curiga setelah mengetahui ada selisih kas KBS saat CA masih menjabat dengan nilai sekitar Rp8 miliar. 

“Seperti data yang ada di KBS ada Rp8 miliar, ketika ada di dalam kas laporan tapi tidak ada uangnya,” katanya.

Usai menemukan hal mencurigakan tersebut, Eri meminta ada pemeriksaan oleh tim independen sejak 2024. Sebelumnya, KBS melakukan audit internal, dan korupsi itu diduga dilakukan sebelum 2023.

Kemudian Pemkot melakukan audit dan audit dilakukan oleh tim independen yang berada di bawah naungan BPK. Dari audit itu kemudian ditemukan adanya korupsi dalam manajemen KBS.

Eri menegaskan komitmen Pemkot Surabaya memberantas segala bentuk pungutan liar (pungli) termasuk penyalahgunaan dana. 

“Pungli aja saya hilangkan apalagi yang menyangkut uang besar seperti ini,” katanya.

Eri mewanti-wanti Manajemen KBS saat ini supaya semua anggaran bisa dipertanggungjawabkan. 

“Saya sudah sampaikan kepada Sekda untuk langsung cek ke mana, ke KBS bahwa anggaran itu harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Eri

Sebagai bentuk pengawasan ketat, Pemkot Surabaya akan tetap melanjutkan audit tahunan oleh tim independen.

“Saya sudah perintahkan Sekda untuk audit tim internal yang di bawah rekomendasi BPK yang berbeda-beda. Karena kan yang di bawah rekomendasi BPK banyak,” katanya.(FL/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |