Deteksi Dini Gangguan Ginjal Anak Sejak dalam Kandungan

2 weeks ago 19
Deteksi Dini Gangguan Ginjal Anak Sejak dalam Kandungan Ilustrasi(MI/HO)

BANYAK orangtua beranggapan bahwa gangguan ginjal pada anak hanya bisa diketahui setelah bayi lahir. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa sejumlah kelainan saluran kemih dan ginjal bawaan (kongenital) sebenarnya sudah dapat terdeteksi sejak janin masih dalam kandungan melalui pemeriksaan kehamilan rutin.

Deteksi dini ini menjadi krusial karena keterlambatan diagnosis berisiko menyebabkan kerusakan ginjal permanen. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kesehatan jangka pendek, tetapi juga berdampak pada tumbuh kembang anak hingga usia dewasa.

Menurut dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS, Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini, kemajuan teknologi pencitraan saat ini memungkinkan berbagai kelainan urologi dikenali lebih awal.

"Banyak kelainan saluran kemih dan ginjal pada anak sebenarnya sudah bisa diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan khusus USG fetomaternal. Semakin dini kondisi ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan ginjal permanen," jelas Ronald.

MI/HO--Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS

Memahami Hidronefrosis Kongenital

Salah satu kasus yang paling sering ditemukan melalui pemeriksaan prenatal adalah hidronefrosis kongenital, yaitu kondisi pelebaran ginjal akibat adanya gangguan aliran urine. Meski terdengar mengkhawatirkan, Ronald menekankan agar orang tua tidak langsung panik.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua temuan hidronefrosis memerlukan tindakan operasi. Hal yang paling utama adalah pemantauan yang tepat, evaluasi fungsi ginjal secara berkala, dan penentuan waktu intervensi medis yang sesuai jika memang diperlukan.

Tahapan Evaluasi Setelah Bayi Lahir:

  • USG traktus urinarius untuk melihat struktur saluran kemih.
  • Renogram atau skintigrafi ginjal untuk menilai fungsi kerja ginjal.
  • Pemeriksaan radiologi lanjutan sesuai kebutuhan klinis.

Pentingnya Pendekatan Multidisiplin

Penanganan kelainan urologi anak tidak dapat dilakukan secara parsial. Ronald menjelaskan bahwa hasil yang optimal dicapai melalui kolaborasi berbagai disiplin ilmu kedokteran. Berikut adalah tim ahli yang terlibat dalam penanganan terpadu:

Tim Medis Terlibat Peran Utama
Dokter Fetomaternal & Obgyn Deteksi awal janin dan manajemen persalinan.
Dokter Neonatologi Perawatan intensif bayi baru lahir.
Dokter Radiologi Pencitraan detail struktur ginjal dan saluran kemih.
Bedah Anak & Urologi Anak Tindakan intervensi dan koreksi kelainan saluran kemih.
Rehabilitasi Medik Pemulihan dan pemantauan fungsi jangka panjang.

Dengan deteksi sejak dalam kandungan, orangtua memiliki waktu lebih banyak untuk memahami kondisi anak, memilih fasilitas kesehatan yang tepat, serta mempersiapkan langkah penanganan sejak dini. Hal ini terbukti memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan diagnosis yang baru diketahui setelah muncul komplikasi.

Sebagai penutup, Ronald mengingatkan bahwa tujuan utama penanganan medis bukanlah sekadar melakukan operasi, melainkan menjaga fungsi ginjal anak tetap optimal sepanjang hidupnya.

Pemeriksaan kehamilan rutin adalah kunci untuk mendeteksi kelainan bawaan yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |