Distribusi air bersih dari BPBD dan PDAM Indramayu untuk warga di Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Indramayu(Dok BPBD Indramayu)
DAMPAK kekeringan telah terasa di Kabupaten Indramayu. Permintaan air bersih pun dilakukan oleh sejumlah desa.
Krisis air bersih di musim kemarau dialami warga Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. “Sudah sekitar empat bulan ga ada hujan. Sejak itu kami mengalami krisis air bersih,” tutur ujar Kepala Desa Tanjakan, Wadi, Kamis (23/7).
Dijelaskan Wadi, selama ini sumber utama air bersih bagi warganya berasal dari air hujan. Karenanya, saat hujan berhenti turun, maka warganya tak bisa lagi memperoleh pasokan air bersih. Berhentinya hujan juga membuat sumur-sumur bor milik warga perlahan mengering dan kini sudah berasa asin. Karenanya, air sumur itu tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat Wadi akhirnya mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Indramayu. Ia pun bersyukur permintaannya itu langsung dikabulkan.
Sementara itu, Kabid Darurat Logistik (Darlog) BPBD Indramayu, Agus Yani, menjelaskan, pihaknya menerjunkan tiga armada pengangkut bantuan air bersih bagi warga Desa Tanjakan. Yakni, dua armada dari BPBD yang kapasitasnya 5.000 liter per mobil dan satu lagi satu armada dari PDAM.
“Pendistribusian bantuan air bersih ke desa ini rencananya akan dilakukan hingga beberapa kali, dengan melihat kebutuhan dan permintaan dari masyarakatnya,” tutur Agus.
Agus pun menambahkan sejauh ini baru Desa Tanjakan yang mengajukan permintaan bantuan air bersih. Pihaknya pun siap mendistribusikan bantuan air bersih jika ada desa lain yang mengajukan serupa. “Tidak menutup kemungkinan di desa-desa lain juga akan terjadi seperti ini. Kami menunggu laporan,” ungkap Agus. (H-2)

















































