Cuaca Ekstrem, Warga Padang Diimbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

2 weeks ago 16
Cuaca Ekstrem, Warga Padang Diimbau Waspada Bencana Hidrometeorologi Sejumlah pelajar melintasi banjir yang merendam Nagari Kampuang Galapuang, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025( ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/bar)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Padang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda wilayah Kota Padang dan sekitarnya. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas di lokasi-lokasi yang berisiko terdampak bencana hidrometeorologi, terutama kawasan pantai, daerah rawan pohon tumbang, dan wilayah yang berpotensi terjadi banjir maupun longsor.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan Kota Padang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah. Karena itu, warga diminta terus memantau perkembangan cuaca dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi cuaca memburuk.

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Kami mengimbau seluruh warga agar tetap waspada, terutama bagi yang sedang berada di kawasan pantai, di sekitar pepohonan rimbun, maupun di lokasi rawan bencana lainnya," ujar Fadly, Senin (6/7).

Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena cuaca ekstrem terjadi bertepatan dengan masa libur sekolah dan akhir pekan yang berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung di berbagai objek wisata, terutama kawasan pantai.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemko Padang telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Kelompok Siaga Bencana (KSB) memperkuat pemantauan dan memberikan imbauan langsung kepada masyarakat di lapangan.

"Kami sudah memerintahkan jajaran BPBD dan KSB, khususnya di kawasan Pantai Air Manis dan objek wisata pantai lainnya, untuk bergerak cepat mengimbau para pengunjung agar segera naik ke daratan dan menjauhi bibir pantai demi mengantisipasi potensi gelombang tinggi," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan hingga Minggu sore pihaknya baru menerima satu laporan kejadian pohon tumbang di kawasan Simpang Haru akibat angin kencang. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi sehingga akses masyarakat kembali normal.

"Alhamdulillah belum ada laporan terkait banjir, rumah tertimpa pohon, maupun tanah longsor. Kendati demikian, kami meminta masyarakat pesisir tetap waspada karena angin kencang berpotensi memicu gelombang tinggi," katanya.

BPBD Kota Padang memastikan seluruh personel bersiaga selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi. Pemko Padang juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kejadian darurat atau potensi bencana melalui kanal resmi pemerintah agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (H-4)
 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |