Carlo Ancelotti Dipastikan Bertahan di Timnas Brasil hingga Piala Dunia 2030

2 weeks ago 14
Carlo Ancelotti Dipastikan Bertahan di Timnas Brasil hingga Piala Dunia 2030 Pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti.(AFP/PABLO PORCIUNCULA)

DIREKTUR Federasi Sepak Bola Brasil (CBF), Rodrigo Caetano, menyatakan bahwa Carlo Ancelotti akan tetap memimpin tim Selecao hingga persiapan menuju Piala Dunia 2030.

Keputusan ini diambil di tengah derasnya gelombang kritik yang melanda sang juru taktik asal Italia tersebut. Kekalahan menyakitkan 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar melalui dua gol Erling Haaland tidak hanya memulangkan Brasil lebih awal, tetapi juga memperpanjang puasa gelar juara dunia mereka menjadi 28 tahun, sebuah catatan kelam bagi pemilik lima bintang di dada tersebut.

Publik sepak bola Brasil langsung melayangkan mosi tidak percaya pada proyek taktis Ancelotti. Sang pelatih dinilai gagal memaksimalkan potensi tim, meski publik juga menyadari keterbatasan waktu Ancelotti yang hanya memiliki satu tahun masa kerja setelah CBF menghabiskan waktu berbulan-bulan menunggunya lepas dari Real Madrid melalui kepemimpinan tiga pelatih interim.

Kendati demikian, Caetano memastikan pihaknya tidak akan mengambil keputusan impulsif. Ikatan kerja yang telah diperpanjang pada Mei lalu akan tetap dihormati sebagai bagian dari rencana jangka panjang restorasi sepak bola Brasil.

"Ancelotti adalah manajer kami dan dia akan memimpin seluruh siklus ini hingga 2030. Kami tidak akan mendepaknya hanya karena satu badai," tegas Caetano. 

Menurut Caetano, akar masalah kegagalan fatal di Amerika Utara ini justru bersumber dari ketidakstabilan manajerial masa lalu. "Salah satu alasan mendasar mengapa kami rapuh di Piala Dunia kali ini adalah ketiadaan nakhoda yang stabil dalam jangka panjang untuk mempersiapkan kerangka tim secara matang. Kami menolak mengulangi kesalahan amatir yang sama," tambahnya.

Bahan Evaluasi

Meski jaminan posisi telah diberikan, performa Ancelotti pada laga di Stadion New York-New Jersey tersebut tetap menjadi bahan evaluasi.

Mantan pelatih AC Milan dan Real Madrid itu digugat atas sejumlah keputusan krusial di lapangan. Ancelotti dikritik tajam karena menunjuk Bruno Guimaraes mengeksekusi penalti di menit awal yang akhirnya gagal membuahkan gol, sebuah momen yang dinilai meruntuhkan mentalitas tim.

Selain itu, taktis Ancelotti yang tetap mempertahankan duo veteran berusia 34 tahun, Casemiro dan Danilo, hingga peluit panjang berbunyi dianggap sebagai blunder fatal. Akibatnya, permainan Brasil tampak lamban, kehilangan determinasi fisik, dan kehabisan kreativitas untuk membongkar disiplin lini belakang Norwegia. 

Bagi Ancelotti, dukungan penuh dari federasi saat ini adalah modal waktu yang mahal, namun ia harus segera membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar "perban darurat", melainkan sang arsitek yang mampu mengembalikan marwah Joga Bonito di panggung dunia.

(Skysports/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |