ilustrasi(Magnific)
MENGONSUMSI buah-buahan pada malam hari umumnya tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang signifikan pada individu yang sehat. Meskipun buah mengandung gula alami, tubuh manusia memiliki mekanisme biologis yang matang untuk mengelolanya secara efektif.
Dilansir dari laman EatingWell, Senin (6/7), ahli gizi sekaligus spesialis edukasi diabetes Kimberley Rose-Francis menjelaskan bahwa tubuh manusia telah dirancang untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil selama tidur. Hal ini terjadi melalui kerja hormon dan pelepasan glukosa secara teratur dari hati.
Senada dengan hal itu, ahli gizi Lucy Zhang menambahkan bahwa satu porsi buah utuh yang dikonsumsi sebelum tidur umumnya tidak akan memicu kenaikan gula darah secara drastis. Kondisi ini dikarenakan tubuh orang sehat mampu memproduksi dan menggunakan insulin secara efektif untuk mengatur kadar glukosa dalam darah.
Perhatian Khusus bagi Penderita Diabetes
Kendati demikian, respons metabolik tersebut dapat berbeda pada penderita diabetes atau individu dengan kondisi resistensi insulin. Menurut Rose-Francis, sejumlah penelitian medis menunjukkan bahwa konsumsi camilan tinggi karbohidrat sebelum tidur justru dapat meningkatkan kadar gula darah pada malam hari bagi kelompok sensitif tersebut.
Meski begitu, buah-buahan tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang ramah dan aman bagi penderita diabetes. Zhang menyarankan kelompok ini untuk selalu memilih buah utuh yang kaya akan serat dibandingkan dalam bentuk jus buah. Serat alami pada buah utuh terbukti membantu memperlambat proses penyerapan gula ke dalam aliran darah.
Guna membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil di malam hari, para ahli merekomendasikan untuk mengombinasikan konsumsi buah bersama sumber protein atau lemak sehat. Beberapa contoh kombinasi yang disarankan antara lain potongan buah apel dengan selai kacang, anggur dengan keju, atau buah beri dengan yogurt Yunani (Greek yogurt).
Selain itu, masyarakat disarankan untuk memilih buah yang belum terlalu matang karena memiliki kandungan pati resisten yang lebih tinggi. Porsi konsumsi juga sebaiknya dibatasi, yakni sekitar satu buah berukuran sedang atau satu cangkir buah segar. Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama sekitar 10 menit setelah makan juga sangat dianjurkan untuk membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Para ahli menyimpulkan bahwa bagi sebagian besar orang yang sehat, buah tetap menjadi pilihan camilan malam yang sangat bergizi karena kaya akan kandungan serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh.
(Ant/P-4)

















































