Cakung-Cilincing Macet Parah, Dishub DKI Desak Peningkatan Kapasitas Depo Pelindo

2 days ago 2
Cakung-Cilincing Macet Parah, Dishub DKI Desak Peningkatan Kapasitas Depo Pelindo Antrean panjang kendaraan mengular dan menyebabkan kemacetan panjang di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (22/7/2026).(Antara)

KEPALA Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan bahwa kemacetan parah di kawasan Cakung-Cilincing Jakarta Timur dipicu oleh penumpukan peti kemas di pelabuhan akibat tingginya volume impor yang tidak seimbang dengan aktivitas ekspor. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang truk kontainer karena kapasitas depo yang sudah melebihi batas.

Budi menjelaskan bahwa penumpukan terjadi baik di pelabuhan maupun depo. Terkait hal tersebut, pihaknya mendorong adanya peningkatan kapasitas operasional. "Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80% agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo," ujar Budi saat meninjau lokasi pada Rabu (22/7) malam.

Untuk mengurai kepadatan, Dishub DKI telah menerapkan rekayasa lalu lintas sejak Rabu malam pukul 19.00 WIB dengan menutup sejumlah putaran balik (U-turn) di sepanjang Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing. Hasilnya, arus kendaraan mulai bergerak lancar dan kondisi lalu lintas di kedua arah berangsur normal pada pukul 19.30 WIB.

Guna memastikan kelancaran tetap terjaga, rekayasa lalu lintas akan dilanjutkan pada hari berikutnya mulai pukul 15.00 WIB. Penutupan U-turn akan difokuskan di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC) dengan pengawasan personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Selain rekayasa jalan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah memerintahkan agar Terminal Tanah Merdeka difungsikan sebagai buffer zone atau zona penyangga bagi truk kontainer kosong. Langkah ini diambil untuk mencegah truk parkir di bahu jalan yang menjadi sumber utama kemacetan.

“Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone,” tegas Pramono Anung. Petugas di lapangan kini diarahkan untuk memandu pengemudi truk menuju terminal tersebut saat terjadi antrean menuju depo peti kemas. (Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |