BRIN Perkuat Dukungan Ilmiah untuk Maksimalkan Penegakan Hukum Kehutanan

2 weeks ago 12
BRIN Perkuat Dukungan Ilmiah untuk Maksimalkan Penegakan Hukum Kehutanan Ilustrasi BRIN(Dok. BRIN)

BADAN  Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat dukungan ilmiah bagi penegakan hukum kehutanan melalui keikutsertaannya dalam Project Board Meeting (PBM) Leverage 2026 di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati dan pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan.

Leverage  atau Law Enforcement for Sustainable Viable Ecosystems and Biodiversity Resilience through Multi-Sector Engagement merupakan proyek kolaborasi lintas sektor yang bertujuan memperkuat penegakan hukum untuk melindungi keanekaragaman hayati dari ancaman kepunahan. 

Program ini juga mendorong perubahan perilaku dalam konservasi satwa liar, kesehatan masyarakat, serta kesetaraan gender melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.

Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Arif Nurkanto, mengatakan BRIN memiliki peran strategis dalam menyediakan dukungan ilmiah berbasis riset untuk memperkuat perumusan kebijakan di bidang konservasi dan penegakan hukum lingkungan.

"BRIN terus memperkuat riset biodiversitas sekaligus mengembangkan kapasitas ilmiah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung perlindungan ekosistem, konservasi satwa liar, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Arif, Senin (6/7). 

Menurut dia, kebijakan yang efektif harus didukung data dan hasil riset yang kuat. Karena itu, kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah, dan mitra pembangunan perlu terus diperkuat.

Dalam pertemuan tersebut, peserta juga membahas pentingnya koleksi referensi satwa liar sebagai penunjang penelitian dan penegakan hukum. 

Ketua Tim Fungsi Layanan Koleksi Ilmiah BRIN, Tri Eko Wahjono, mengatakan koleksi ilmiah tidak hanya berfungsi untuk preservasi spesimen, tetapi juga menyediakan data dan layanan ilmiah bagi peneliti, akademisi, dan mitra strategis.

"Koleksi ilmiah merupakan bagian penting dari infrastruktur riset nasional yang mendukung penelitian biodiversitas, biosistematika, konservasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan," katanya.

Peserta juga mengunjungi Gedung Genomik BRIN untuk melihat fasilitas penelitian genomik, biologi molekuler, dan teknologi biomolekuler.

PBM Leverage mempertemukan perwakilan kementerian, lembaga pemerintah, institusi riset, dan mitra pembangunan internasional guna mengevaluasi perkembangan program serta menyusun rencana kerja dan anggaran implementasi tahun 2026. 

Forum tersebut juga membahas penguatan implementasi program, khususnya dalam penanganan kejahatan satwa liar, konservasi ekosistem, mitigasi risiko zoonosis, dan peningkatan kapasitas kelembagaan melalui kolaborasi lintas sektor.

Arif menegaskan BRIN akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung penegakan hukum lingkungan dan pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. (H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |