Berkat Teori Einstein, NASA Temukan Planet Asing yang 'Bersembunyi' di Data TESS

2 weeks ago 19
Berkat Teori Einstein, NASA Temukan Planet Asing yang 'Bersembunyi' di Data TESS Ilustrasi dari eksoplanet Gaia23bra b yang baru ditemukan.(Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA)

WAHANA antariksa pemburu planet milik NASA, TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite), berhasil menerapkan metode baru untuk mendeteksi dunia asing di luar tata surya kita. Teknik inovatif ini memanfaatkan fenomena mikrolensa gravitasi (gravitational microlensing), sebuah konsep yang berakar langsung pada teori relativitas umum tentang gravitasi yang dicetuskan oleh Albert Einstein pada 1915.

Planet baru yang berhasil dikonfirmasi ini diberi nama Gaia23bra b. Keberadaannya pertama kali terendus tahun 2023 oleh teleskop luar angkasa Gaia yang kini sudah pensiun, melalui peningkatan intensitas cahaya bintang yang dipicu oleh peristiwa mikrolensa.

Biasanya, TESS mendeteksi planet menggunakan metode transit, yaitu dengan mengamati penurunan kecil pada intensitas cahaya bintang induk saat sebuah planet melintas di depannya. Namun, metode konvensional ini memiliki keterbatasan radius pencarian hingga sekitar 150 tahun cahaya dan paling efektif untuk mendeteksi planet gas raksasa yang mengorbit sangat dekat dengan bintangnya.

Kriteria tersebut sangat tidak cocok untuk Gaia23bra b. Planet ini memiliki massa 1,6 kali planet Jupiter, mengorbit bintang kerdil oranye berjarak sangat jauh, sekitar 40.000 tahun cahaya dari Bumi, dengan jarak orbit yang mirip seperti Jupiter mengitari matahari. Oleh karena itu, agar bisa mengonfirmasi keberadaan dunia yang sangat jauh ini, TESS harus menerapkan strategi baru.

"Ketika TESS diluncurkan, tidak ada yang menyangka ia akan mampu menemukan jenis planet seperti ini," kata Diana Dragomir, anggota tim peneliti dari University of New Mexico, dalam sebuah pernyataan resmi. "Penemuan ini menyiratkan kemungkinan ada planet mikrolensa lain yang tersembunyi dalam data TESS yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh kita untuk dicari."

Dalam teori relativitas umum Einstein, massa sebuah objek besar dapat melengkungkan jalinan ruang dan waktu di sekitarnya. Ketika cahaya dari bintang latar belakang melewati objek bermassa di latar depan, jalurnya akan melengkung dan teramplifikasi seperti lensa pembesar. Meskipun planet memiliki massa yang jauh lebih kecil daripada gugus galaksi, mereka tetap dapat menghasilkan efek pembesaran kecil yang disebut mikrolensa.

Dari sekitar 6.000 eksoplanet yang telah ditemukan manusia, baru sekitar 5% yang terdeteksi lewat metode mikrolensa, sementara 75% sisanya ditemukan lewat metode transit. Keberhasilan TESS memvalidasi planet lewat metode ini membuka lembaran baru dalam perburuan planet yang letaknya terlampau jauh.

"Dengan mikrolensa, kita dapat menemukan planet yang lebih kecil dengan jarak orbit yang lebih besar, termasuk dunia di zona layak huni dari bintang mereka dan bahkan lebih jauh lagi," tambah Mallory Harris, anggota tim peneliti lainnya. "Peristiwa mikrolensa terjadi sekali, lalu menghilang, mereka tidak berulang. Saya suka bercanda bahwa kita mungkin akan menemukan kembaran Bumi pertama dengan mikrolensa, lalu melambaikan tangan saat ia lewat karena kita tidak akan pernah melihatnya lagi."

Keberhasilan eksperimen data TESS ini menjadi pratinjau penting bagi misi masa depan NASA, yakni Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman, yang dijadwalkan akan menyisir jantung galaksi Bima Sakti khusus menggunakan metode mikrolensa. Penelitian komprehensif tim ilmuwan ini telah resmi diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Astrophysical Journal Letters. (Space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |