Batik Nitik, Endek, hingga Serat Alam Hadir di Festival Fesyen JF3 

1 day ago 3
Batik Nitik, Endek, hingga Serat Alam Hadir di Festival Fesyen JF3  Jakarta Fashion dan Food Festival (JF3) pada Kamis (23/7).(Dok. IFC JF3)

Motif geometris batik nitik yang tersusun dari titik-titik dengan teliti dirancang menjadi  busana kontemporer. Busana-busana tersebut memadukan batik nitik cap dengan berbagai eksplorasi teknik modern, seperti laser cut, 3D printing, serta bordir menggunakan paillettes dan sequins. 

Siluet oversized dan X-line, potongan asimetris, kerah tinggi, lengan puff, serta detail ploi dan buckle-waist menghadirkan kesan tegas namun tetap dinamis. Warna monokrom hitam-putih, denim blue, dan ivory hadir dalam koleksi tersebut.

Koleksi bertajuk Noblelitique itu merupakan koleksi dari desainer lokal Opie Ovie. Koleksi itu ditampilkan di Jakarta Fashion dan Food Festival (JF3) pada Kamis (23/7) yang digelar di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Koleksi Opie Ovie menjadi bagian dalam persembahan Indonesia Fashion Champer (IFC) di JF3.

Gelaran IFC di IFW dengan tema Quiet Defiance menghadirkan tiga koleksi dari jenama lokal Opie Ovie, Weda Githa, dan Rengganis.

Sementara itu, Weda Githa mempersembahkan Aeris Solenne Vol.2, koleksi Spring/Summer 2027 yang mengeksplorasi pertemuan antara kelembutan dan struktur. Mengusung estetika kontemporer yang edgy dan androgynous, koleksi ini merepresentasikan kepercayaan diri yang hadir secara tenang melalui siluet-siluet minimalis dengan eksplorasi potongan yang modern dan refined. 

Lalu, Rengganis menghadirkan koleksi Midnight Garden. Koleksi ini merefleksikan eksplorasi tentang penerimaan di tengah dunia yang dipenuhi berbagai konflik. Kemudian diterjemahkan melalui motif bunga yang layu, daun-daun yang gugur, rintik hujan, kuncup yang mulai bermekaran, hingga bunga yang tetap tumbuh di tengah kegelapan. Hal ini menjadi metafora tentang kelelahan, penyembuhan, harapan, dan pembaruan. Dieksekusi menggunakan material serat alam dan dipadukan dengan tekstil tradisional seperti batik, lurik dan endek.

JF3 kembali hadir sebagai salah satu festival fesyen besar di Indonesia yang berlangsung pada 23–29 Juli 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta. Tahun ini JF3 mengusung tema “Recrafted: Shaping the Future” sebagai refleksi atas upaya membangun masa depan industri mode Indonesia melalui inovasi, craftsmanship, dan kreativitas. 

"Memiliki keselarasan visi dan misi yang kuat dalam memajukan industri mode tanah air, IFC kembali mengambil bagian dalam ajang JF3. Kolaborasi ini menegaskan peran penting JF3 sebagai wadah strategis untuk menampilkan berbagai kreasi mode mutakhir bagi para pelaku industri fesyen di Indonesia," ujar Lenny Agustin, National Chair IFC, dari keterangan pers pada Jumat (24/7). (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |