Antisipasi Ancaman Siber, SPN Polda Kaltim Gandeng Pemerintah, Akademisi, OJK, hingga Tokoh Daerah

20 hours ago 5
Antisipasi Ancaman Siber, SPN Polda Kaltim Gandeng Pemerintah, Akademisi, OJK, hingga Tokoh Daerah Kombes Pepen Supena Wijaya bersama para pejabat OJK Kaltim dalam kegiatan audiensi untuk pengembangan program CRC.(Dok Humas Polda Kaltim)

SEKOLAH Polisi Negara Polda Kalimantan Timur (Kaltim) melalui pengembangan Program Cyber Resilient Community (CRC), sebagai bentuk komitmen membangun masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap berbagai ancaman kejahatan siber. Dalam pelaksanaan SPN menggandeng pemerintah, akademisi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tokoh daerah. 

Program yang diinisiasi Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pepen Supena Wijaya, tersebut mendapat respons positif sekaligus dukungan luas dari berbagai instansi pemerintah, lembaga legislatif, regulator, dunia akademik, hingga tokoh masyarakat di Kaltim. 

Sebagai langkah memperluas implementasi program, Kepala SPN Polda Kaltim melaksanakan serangkaian kegiatan silaturahmi, audiensi, dan studi banding dengan sejumlah stakeholder strategis, diantaranya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), DPRD Kaltim, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Provinsi Kaltim, OJK, serta sejumlah tokoh daerah seperti Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sultan Kukar Ing Martadipura XXI Sultan H. Adji Muhammad Arifin, dan jajaran Kelurahan Damai Bahagia Kota Balikpapan.

Kombes Pepen menyampaikan, program CRC merupakan inovasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat kesadaran terhadap keamanan siber, serta membangun kemampuan masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan merespons berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan serta tindak kejahatan finansial berbasis teknologi.

Menurutnya, keberhasilan membangun ketahanan siber tidak dapat dilakukan oleh institusi kepolisian semata, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, regulator, dunia usaha, hingga masyarakat.

"CRC merupakan gerakan bersama yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan seluruh stakeholder, kami optimistis masyarakat akan semakin siap menghadapi tantangan di era digital," ungkapnya.

Dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar maupun DPRD Kaltim menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas literasi digital masyarakat. Kedua institusi tersebut menilai Program CRC sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman di ruang siber.

Di sisi lain, kolaborasi dengan akademisi, dan OJK Provinsi Kaltim diharapkan mampu memperkaya implementasi program melalui dukungan riset, pengembangan materi edukasi, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan pemahaman terkait keamanan transaksi digital dan perlindungan sektor jasa keuangan.

Sementara itu, dukungan dari para tokoh daerah dinilai menjadi modal sosial yang sangat penting dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran para tokoh diharapkan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan digital serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Tedy Sopandi, menyampaikan, kolaborasi lintas sektor yang dibangun SPN Polda Kaltim merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan keamanan di era transformasi digital.

"Keamanan siber saat ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga legislatif, dunia pendidikan, regulator, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman kejahatan digital," ujar Kombes Tedy.

Ia menambahkan, Program CRC bukan sekadar program edukasi, melainkan gerakan kolaboratif yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat ini, kami berharap Program CRC mampu menjadi model penguatan ketahanan siber masyarakat yang dapat diterapkan secara luas. 

“Semakin tinggi literasi digital masyarakat, maka semakin kuat pula kemampuan kita dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan siber dan mewujudkan ruang digital yang aman, produktif, serta mendukung pembangunan nasional," pungkasnya.(EM/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |