: Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tubo, Ternate, Maluku Utara, Senin (8/6/2026).(. ANTARA FOTO/Andri Saputra/tom.)
DIREKTUR Eksekutif Center of Reform on Economics (CoRE), Mohammad Faisal menilai penurunan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 2027 perlu dibarengi dengan perbaikan tata kelola.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah memperkirakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 turun menjadi Rp174 triliun, dari alokasi tahun 2026 yang mencapai Rp268 triliun.
“Tapi penurunan anggaran saja itu tidak menjawab semua permasalahan yang menyelimuti program MBG. Jadi karena bukan masalah besar atau kecilnya saja, tapi juga masalah kualitas dari pelaksanaan programnya," kata dia, di Jakarta, Senin (6/7).
Ia mendorong agar program MBG diarahkan pada sasaran penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah juga diminta untuk memperbaiki sistem dapur yang dikelola saat ini.
"Lalu juga dari kualitas makanan terutama yang paling besar yang harus diperhatikan,” imbuh dia.
Faisal menilai bahwa selain penurunan anggaran untuk program MBG pada tahun depan, pemerintah juga harus memikirkan langkah-langkah perbaikan dan koreksi terhadap implementasi MBG.
“Mulai dari sasarannya yang semestinya lebih targeted, tidak masal, dan juga menurut skala prioritas sampai kepada struktur biaya, sistem penyebaran dapur, dan juga pihak-pihak yang terlibat sampai kepada yang berdampak langsung terhadap kualitas makanan yang disediakan,” pungkasnya. (H-4)

















































