8 Mahasiswa Adu Gagasan Pengabdian Masyarakat di Depan Nicholas Saputra dan Cinta Laura

2 weeks ago 16
8 Mahasiswa Adu Gagasan Pengabdian Masyarakat di Depan Nicholas Saputra dan Cinta Laura Ilustrasi(Dok Istimewa)

DEBAT antarmahasiswa terjadi di Genera-Z Berbakti, sebuah program call for proposal untuk kelompok mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat di lokasi desa wisata binaan Bakti BCA. Momen tersebut bisa disaksikan pada babak final yang mempertemukan 8 finalis dalam memperebutkan 4 desa binaan tujuan. Perdebatan tiap tim perwakilan 8 perguruan tinggi berbeda tersaji di hadapan para panelis Genera-Z Berbakti 2026, yakni Nicholas Saputra, Cinta Laura Kiehl, dan Tri Mumpuni.

Adu debat peserta terjadi pada babak Head-to-Head yang mewajibkan para finalis saling adu argumen, bertanya dan menjawab, serta mempertahankan ide masing-masing saat berduel memperebutkan desa tujuannya. Sengitnya perdebatan dan persaingan menuju desa tujuan dirasakan langsung oleh Ghifari, salah satu perwakilan tim Mega Lestari dari Universitas Padjadjaran.

“Jiwa kompetitif saya akhirnya tersentil juga, jadi saya ingin memberikan yang terbaik. Saya percaya diri dan senang bisa melakukan head-to-head untuk saling menguji kekuatan proposal dengan tim lawan,” kata Ghifari dilansir dari keterangan resmi, Senin (6/7). 

Pada tahap Head-to-Head di babak memperebutkan Desa Wisata Situs Gunung Padang, Cianjur, Ghifari mewakili UNPAD berhadapan dengan Miki, mahasiswa perwakilan IPB University.

Keduanya beradu ide dan argumen memperebutkan desa wisata binaan Bakti BCA yang dituju. Serupa dengan Ghifari, Miki mengaku yakin solusi dan argumen yang dibawakannya adalah yang terbaik. 

“Saya tidak mau terlalu memikirkan lawan siapa. Terkait isi argumen, saya sangat yakin pilihan solusi yang tim kami rumuskan adalah pilihan terbaik dan siap untuk diterapkan,” ucap anggota tim Sabilulungan Lestari ini.

Testimoni lain disampaikan Rifki, salah satu perwakilan tim DESA HIDUP dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. “Sebelum maju saya sudah bilang ke diri sendiri untuk kuat dan menunjukkan yang terbaik, menampilkan apa yang memang ingin saya tampilkan dengan perasaan tenang, dan tentunya melawan rasa takut yang saya miliki,” kata Rifki.

Uzi, perwakilan tim Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada yang berhadapan dengan Rifki juga punya cerita tersendiri pada babak Head-to-Head. Dia mengaku sempat merasa tegang meski tahu alasannya dipilih menjadi perwakilan tim pada babak tersebut. 

“Saya dipilih untuk babak ini karena saya punya kebiasaan untuk berdebat dan beropini pada diskusi kecil-kecilan. Namun, untuk sekarang suasananya sangat berbeda,” ungkap Uzi.

Ilmuwan dan wirausahawan sosial yang merupakan salah satu panelis, Tri Mumpuni, mengatakan bahwa mahasiswa harus bisa menyampaikan ide dan gagasannya secara runut agar lebih mudah dipahami masyarakat. Hal ini penting dilakukan, agar ide dan gagasan tersebut tidak berhenti di tataran konsep belaka.

“Mahasiswa harus mampu menyampaikan ide secara runut, jelas, dan terstruktur, agar gagasannya mudah dipahami. Setelah berhasil memahami akar masalah yang ingin diselesaikan, mereka harus bisa merumuskan solusi secara kritis hingga menjadi program kerja nyata yang dapat diimplementasikan di desa,” kata Tri Mumpuni.

Melalui rangkaian ujian dari panelis dan debat antar-peserta, finalis Genera-Z Berbakti diajak berdiskusi dan beradu ide secara tajam, kritis, dan berfokus pada substansi inovasi sosial yang diusung. Sebanyak 4 dari 8 finalis Genera-Z Berbakti berkesempatan mengimplementasikan gagasan di 4 desa wisata binaan Bakti BCA. 

Keempat desa wisata tersebut adalah Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung; Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur; Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo; dan Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon.

“BCA melihat antusiasme dan semangat kompetitif para finalis di setiap tahapan program sebagai hal yang positif. Ini menunjukkan mereka benar-benar memahami dan meyakini ide masing-masing. Kami berharap semangat ini dapat terus mereka jaga, khususnya saat nanti mengimplementasikan program dan berkolaborasi dengan masyarakat di desa wisata binaan Bakti BCA,” pungkas EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn. (H-2)
 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |