6 Trik agar Si Kecil Lahap Makan Sayur

2 weeks ago 18
6 Trik agar Si Kecil Lahap Makan Sayur Ilustrasi(Magnific)

MEMBUAT anak-anak mau mengonsumsi sayur sering kali menjadi perjuangan berat bagi orang tua. Forum pola asuh kerap dipenuhi pertanyaan cemas seperti, "Apakah normal jika anak saya hanya mau makan makanan berwarna pucat (beige)?"

Kecenderungan anak menyukai makanan manis memang dimulai sejak dini, bahkan rasa ASI pun cenderung manis. Namun, pola makan yang buruk dapat memengaruhi kognisi, konsentrasi, perilaku, hingga prestasi akademik anak, serta meningkatkan risiko obesitas. Beruntung, para peneliti berhasil menemukan sejumlah solusi inovatif untuk memperbaiki kebiasaan makan anak. Berikut adalah enam hal sederhana berbasis sains yang bisa Anda coba di rumah:

1. Berikan Paparan Sesering Mungkin

Mengenalkan berbagai jenis sayuran sesering mungkin pada masa usia dini, khususnya usia prasekolah, dapat membawa perubahan besar.

"Jika Anda tidak mulai meningkatkan paparan sayuran pada anak saat menginjak usia lima tahun, itu [hampir] sudah terlambat," kata Marion Hetherington, profesor biopsychology di University of Leeds, Inggris. "Itu adalah pesan yang sangat keras, tetapi faktanya jika mereka melewatkan semua paparan itu, bukannya tidak mungkin [untuk mengubahnya], tetapi akan menjadi kerja keras."

Studi menunjukkan anak-anak membutuhkan 5 hingga 15 kali paparan sebelum akhirnya mau menerima makanan baru tersebut.

2. Sajikan Sayuran Terlebih Dahulu

Menjual narasi suatu makanan itu "sehat" justru bisa membuat anak menjauh karena mereka lebih tertarik pada label "enak". Strategi terbaik adalah menyajikan sayur di awal waktu makan saat anak sedang lapar-laparnya. Hetherington menjelaskan anak cenderung memakan apa yang paling mereka sukai terlebih dahulu, sehingga memberikan sayur di awal akan menghilangkan persaingan dengan makanan lain yang lebih tinggi kalori.

3. Perbanyak Porsi Makanan Sehat

Jika menyajikan sayur di awal terasa sulit, Anda bisa menyiasatinya dengan mengubah rasio piring makan. Kurangi porsi makanan berkalori tinggi dan tingkatkan porsi sayuran, misalnya dengan memarut wortel atau labu siam ke dalam saus makanan. Menambah porsi buah dan sayur hingga 50% di piring terbukti efektif meningkatkan jumlah yang mereka konsumsi.

4. Ubah Tampilan Sayuran

Anak-anak makan dengan mata mereka. Penelitian menunjukkan anak-anak lebih tertarik mencoba makanan baru jika disajikan secara artistik atau dipotong menjadi bentuk-bentuk yang menarik seperti kupu-kupu, bunga, atau beruang. Menyajikan sayuran potong dalam satu wadah bersekat juga terbukti meningkatkan konsumsi sayur pada balita hingga 36%.

5. Makan Bersama

Orangtua adalah contoh utama bagi anak. Jika orangtua terbiasa melewatkan sarapan atau mengonsumsi makanan cepat saji, anak kemungkinan besar akan menirunya. Sebaliknya, makan bersama keluarga minimal tiga kali seminggu dikaitkan dengan pola makan yang jauh lebih sehat dan berat badan anak yang lebih ideal.

6. Buat Suasana Makan yang Menyenangkan

Memaksa anak menghabiskan makanan justru bisa merusak hubungan mereka dengan makanan. Sebaliknya, membiarkan anak bermain dengan makanan, seperti menyentuh, mencium, dan melihat tekstur sayuran tanpa paksaan untuk memakannya, bisa mengurangi rasa takut mereka terhadap makanan baru.

Chef eksperimental Jozef Youssef, yang terlibat dalam studi ini, menyatakan bahwa kuncinya adalah membingkai ulang cara anak merasakan makanan.

"Ada sesuatu tentang konsep gamifikasi dan terlibat dalam permainan sensorik yang berhasil pada anak-anak," ujarnya. "Ketika berada di lingkungan yang sangat santai, santai, dan tanpa tekanan, anak-anak sangat bersedia untuk bermain sedikit dengan makanan dan mencicipi serta mencoba dan bereksperimen dengan berbagai hal." (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |